5 Tips Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Agar Tak Ompong Saat Lansia


“Nenek sudah tua, giginya tinggal dua.” Penggalan lirik lagu klasik yang populer di kalangan anak-anak itu, mengisyaratkan bahwa usia tua identik dengan gigi yang tanggal alias ompong. Meski dianggap lazim, namun siapapun rasanya enggan melewati masa tua dengan gigi ompong. Selain tidak indah secara estetik, juga menyulitkan untuk mengunyah makanan.

Paradigma lansia yang identik dengan gigi ompong perlu diubah. Karena masalah gigi ompong mereka bisa dicegah sejak dini. Salah satunya dengan merawat kesehatan gigi dan mulut.

Memiliki gigi dan mulut yang sehat tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri dan membantu Anda untuk menikmati makanan dengan lebih baik. Tetapi juga penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh manusia secara keseluruhan. Gigi yang berlubang dan gusi tidak sehat, dapat memicu penyakit lain di antaranya penyakit diabetes, kardiovaskular, hingga serangan jantung. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah hal ini?

Berikut ini adalah beberapa tips dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut:


1. Pengunyahan yang Optimal

Pencernaan dimulai saat makanan masuk ke dalam mulut. Jumlah pengunyahan yang optimal bergantung kepada jenis makanan, tetapi biasanya berkisar antara 20 dan 25. Proses pengunyahan yang tidak optimal akan berdampak pada saluran pencernaan terutama lambung dan usus yang bekerja terlalu berat.


2. Menyikat Gigi dengan Benar, Tepat Waktu, dan Teknik Tepat

Pemilihan sikat gigi yang tepat merupakan langkah awal menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pilihlah sikat gigi yang memiliki bulu lembut sehingga nyaman digunakan. Cara menyikat gigi juga menentukan kesehatan gigi dan mulut. Untuk menjaga kesehatan gigi, disarankan menggosok gigi dengan gerakan memutar dan tidak terlalu menekan gigi dengan waktu selama 2 menit untuk menggosok gigi dan lidah keseluruhan.


3. Penggunaan Pasta Gigi Dua Kali Sehari

Selain pemilihan sikat gigi, penggunaan pasta gigi juga perlu diperhatikan. Idealnya, menyikat gigi dengan pasta gigi dilakukan sebanyak dua kali, bisa dilakukan di pagi hari setelah sarapan dan di malam hari sebelum tidur, dengan memperhatikan permukaan gigi yang harus dibersihkan, diantara:

a. Permukaan pipi/ bibir

b. Permukaan lidah/ langit-langit

c. Permukaan gigit atas bawah


4. Konsumsi Makanan dan Minuman yang Dapat Menyehatkan Gigi

Masalah kesehatan gigi biasanya juga disebabkan oleh makanan dan minuman asam atau mengandung kadar gula tinggi. Menjaga asupan makanan dan minuman penting untuk kesehatan gigi, misalnya dengan minum air putiih yang cukup atau susu rendah lemak dan hindari minuman bersoda. Selain itu, untuk memenuhi asupan gizi dari buah-buahan, pilihlah konsumsi buah segar dibandingkan jus buah. Asupan sayuran dan buah kaya serat juga dapat menjaga gigi dan gusi tetap bersih. Makanan kaya serat merupakan pertahanan alami terbaik mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi.


5. Memeriksa Gigi Secara Rutin ke Dokter

Langkah selanjutnya untuk merawat kesehatan gigi dan mulut adalah dengan merutinkan pemeriksaan gigi ke dokter gigi minimal setiap enam bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk pencegahan kerusakan gigi sedini mungkin, dan menghilangkan plak yang mungkin terlewat saat menyikat gigi. Dokter gigi juga mungkin akan melakukan scalling untuk menghilangkan karang gigi yang tidak dapat dijangkau selama perawatan gigi rutin setiap hari.

Melakukan perawatan gigi tidak harus menunggu gigi mengalami kerusakan terlebih dulu. Mulailah menjaga kesehatan mulut dan gigi dengan rutin menerapkan perawatan gigi di atas.

Jika Anda sudah menerapkan kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan gigi, tetapi anda mengalami keluha, gusi bengkak atau berdarah, gigi berlubang, gigi terlalu sensitif terhadap suhu panas atau dingin, segera periksakan ke dokter gigi. Tidak sembarangan meminum obat (terutama antibiotik) karena beresiko membuat tubuh resisten atau menolak antibiotik, sehingga tubuh tidak akan memiliki kadar obat yang cukup untuk melawan bakteri.

Untuk itu, segeralah memeriksa gigi anda ke dokter gigi. Dokter gigi akan melakukan rangkaian pemeriksaan dan menentukan pengobatan yang tepat sesuai keluhan yang anda alami. Dokter juga akan memberikan saran mengenai perawatan gigi yang tepat. (FU/LINES)

Ditinjau oleh: drg. H. Dicky Harun, Sp. Ort, Ketua DPW LDII Jawa Barat yang juga seorang klinisi dokter gigi.