Masuk Musim Penghujan, DPD LDII Kotim Himbau Warga Jaga Lingkungan Sekitar

WCD LDII 2022
Foto Kegiatan WCD tahun 2021


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan musim hujan tahun 2022/2023 di Indonesia pada 6/9/22.

Selengkapnya di laman resminya disebutkan Prakiraan Musim Hujan 2022/2023 pada 699 ZOM di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami Awal Musim Hujan 2022/2023 pada kisaran bulan September hingga November 2022 sebanyak 417 ZOM dari 699 ZOM.

Jika dibandingkan terhadap normal (periode 1991- 2020), Awal Musim Hujan 2022/2023 di sebagian besar daerah yaitu 326 ZOM (Zona Musim) diprakirakan maju, sedangkan wilayah lainnya diprakirakan sama terhadap normal sebanyak 124 ZOM dan mundur terhadap normal sebanyak 76 ZOM.

Sifat Hujan selama Musim Hujan 2022/2023 di sebagian besar daerah yakni sebanyak 477 ZOM diprakirakan Normal, sedangkan wilayah lainnya Atas Normal sebanyak 188 ZOM dan diprakirakan Bawah Normal sebanyak 34 ZOM.

Puncak Musim Hujan 2022/2023 di sebagian besar wilayah ZOM diprakirakan terjadi pada bulan Desember 2022 dan Januari 2023 sebanyak 295 ZOM.


Waspada Banjir, DPD LDII Kotim Himbau Warga Jaga Lingkungan Sekitar

Oleh karena Kalimantan Tengah dilalui garis khatulistiwa, wilayahnya beriklim tropis dengan tipe iklim tropis ekuatorial (Af) yang curah hujannya cenderung tinggi sepanjang tahun dengan reratanya >2.400 mm per tahun dan suhu udaranya cenderung konstan antara 24°C hingga 33°C. 

Tidak terkecuali Kabupaten Kotawaringin Timur, yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dengan intensitas bencana yang cukup tinggi. Bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur sebenarnya merupakan konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami secara global seperti fenomena el nino dan la nina yang menyebabkan anomali iklim dan cuaca sehingga mempengaruhi aktivitas manusia, seperti hujan deras dan tinggi pasang air laut yang menimbulkan banjir, musim kemarau berkepanjangan yang dipicu aktivitas pembukaan/pembersihan lahan dengan membakar sehingga menimbulkan kebakaran lahan dan hutan, kekeringan, angin puting beliung, dan lain sebagainya (BPBD Kotim, 2018).

Melihat tingginya faktor resiko bencana banjir di musim hujan, sangat perlu dilakukan mitigasi dengan baik. Utamanya, melalui pembangunan secara fisik maupun peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana banjir. 

"LDII memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah Kotim. Saat ini, pembangunan fisik perbaikan drainase terlihat masif. Dapat kita saksikan pembangunan siring/betonisasi kanal banjir dalam kota Sampit. Ini termasuk salah satu upaya meminimalir bencana banjir," ucap Ketua DPD LDII Kotawaringin Timur Dasuki SPd  menanggapi masuknya musim hujan tahun 2022.

Dasuki berharap upaya pemerintah juga harus diimbangi kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan. Perbaikan drainase, saluran air di sekitar rumah harus dalam kondisi siap menampung air  dan tidak buntu.

"Terutama kepada warga LDII di Kotim, saya menghimbau untuk memberikan kontribusi dalam antisipasi bencana banjir. Dimulai dari rumah masing-masing. Buang sampah di tempat sampah. Bersihkan selokan dari kotoran supaya tidak tersumbat," katanya.

Dasuki juga mengingatkan tanggal 17 September 2022 diperingati sebagai World Cleanup Day (WCD). Aksi bersih-bersih yang dilaksanakan serentak di 191 negara di dunia dengan tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah. Aksi ini merupakan perwujudan peningkatan kepedulian terhadap permasalahan sampah serta menjadi sarana memupuk nilai cinta kasih terhadap masa depan Bumi. 

"Insya Alloh LDII Kotim akan turut andil dalam program tersebut. Kami sedang merencanakan dan mempersiapkan kegiatan yang sesuai," pungkasnya. (PS)

           

0 Komentar