Menanamkan Karakter Luhur Sejak Dini: Membentuk Generasi Berakhlak Mulia

 
Foto. Anak-anak di Masjid Barokah Sampit. Sejak dini dilibatkan dalam gotong-royong kebersihan masjid dan sekitarnya.


SAMPIT. Membangun karakter mulia pada anak-anak sejak usia dini merupakan investasi penting untuk masa depan mereka. Tak hanya teori, penerapan karakter dalam aktivitas keseharian anak menjadi kunci utama. Hal ini ditegaskan oleh Pembina Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Kelurahan Baamang Barat, Kusdaryanta, dalam acara pengajian rutin di Masjid Barokah Sampit pada Minggu (8/7/2024).

"Karakter mulia seperti akhlak karimah tidak hanya sekedar dipelajari, tapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari anak," jelas Kusdaryanta kepada para peserta pengajian.

Contoh sederhana seperti meletakkan sandal dengan rapi saat memasuki masjid. Posisi sandal/alas kaki diletakkan menghadap ke luar. Kebiasaan kecil ini, jika ditanamkan sejak dini, akan terbawa dalam keseharian anak dan tidak perlu lagi diingatkan dengan tulisan di depan pintu masjid.

Penerapan karakter lainnya adalah kepedulian terhadap kebersihan tempat ibadah. Membiasakan anak untuk tidak meninggalkan sampah di dalam masjid, melainkan mengambil dan membuangnya ke tempat sampah. Kebiasaan sederhana ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Menanamkan karakter mulia membutuhkan kerjasama dan kesabaran dari berbagai pihak, terutama orang tua, guru, dan masyarakat. Dengan teladan dan pembinaan yang tepat, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab, siap berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.


Menanamkan Karakter Luhur Sejak Dini: Membentuk Generasi Berakhlak Mulia


Berikut beberapa tips untuk menanamkan karakter mulia pada anak:

Berikan teladan yang baik: Orang tua dan orang dewasa di sekitar anak harus menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan.

Gunakan metode yang tepat: Gunakan metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan usia anak, seperti cerita, permainan, dan aktivitas langsung.

Berikan pujian dan penghargaan: Apresiasi dan dorong perilaku positif anak dengan pujian dan penghargaan.

Konsisten dalam pembinaan: Tetaplah konsisten dalam menerapkan aturan dan batasan, serta berikan konsekuensi yang jelas untuk perilaku yang tidak sesuai.

Libatkan anak dalam kegiatan positif: Ajak anak untuk mengikuti kegiatan positif seperti mengaji, pramuka, atau kegiatan sosial.

Dengan menanamkan karakter mulia sejak dini, kita dapat membantu anak-anak untuk tumbuh menjadi individu yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain.

Post a Comment

Previous Post Next Post