Jet Lag, Resiko Saat Bepergian Terlalu Jauh

 jet lag

Bagi sahabat LDII yang pernah bepergian dalam jarak ribuan kilometer melintasi benua dan samudera, semisal ke Amerika atau Eropa. Setelah sampai di tujuan dalam beberapa hari atau minggu lalu kembali ke tanah air. Bagaimana rasanya? Adakah yang berbeda dengan tubuh kita?  Bila iya, kondisi seperti biasa disebut dengan Jet lag.

Jet lag adalah jenis kelelahan yang disebabkan oleh perjalanan melintasi zona waktu yang berbeda. Tubuh membutuhkan beberapa hari hingga beberapa minggu untuk menyesuaikan diri dengan zona waktu baru – kira-kira satu hari untuk setiap jam perubahan zona waktu. Strateginya termasuk memaksimalkan paparan sinar matahari untuk 'mengatur ulang' jam tubuh Anda dan tidur sebentar di siang hari saat mengantuk.

Jet lag adalah kombinasi dari kelelahan dan gejala lain yang disebabkan oleh perjalanan tiba-tiba melintasi zona waktu yang berbeda. Nama lain untuk jet lag adalah 'sindrom perubahan zona waktu'.

Tubuh disinkronkan dengan siang dan malam oleh aksi sinar matahari melalui bahan kimia otak atau neurotransmiter, terutama melatonin. Banyak proses tubuh diatur waktunya pada 'jam' fisiologis 24 jam ini. Ini termasuk suhu, hormon, pencernaan, detak jantung, tekanan darah dan keadaan otak. Tingkat perubahan aktivitas selama setiap periode 24 jam ini disebut ritme sirkadian ('sirkadian' berarti kira-kira satu hari).

Bepergian ke zona waktu yang berbeda mengganggu ritme sirkadian. Kurang tidur sebelum dan selama perjalanan juga dapat menyebabkan jet lag. Tidak ada obat untuk jet lag, namun efeknya dapat dikurangi dengan perencanaan yang matang.

0 Komentar