Sebab 3 Perkara ini, Kaki Manusia tak Bisa Bergeser pada Hari Kiamat

Sebab 3 Perkara ini, Kaki Manusia tak Bisa Bergeser pada Hari Kiamat


Sebagai khalifah di bumi (QS. Albaqarah:30), secara umum manusia menjalani beberapa fase kehidupan/alam, yaitu alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam kubur dan alam akhirat. Pada masing-masing fase memiliki karakteristik dan konsekuensi yang berbeda. Kewajiban mukmin adalah mengimani akan keberadannya.

Saat ini, manusia berada di kehidupan dunia. Tempat dimana manusia diuji sebab kesanggupannya menerima tanggung jawab memikul amanah. Tempat beramal, melaksanakan ibadah kepada Allah.  وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ - Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. [Surat Adz-Dzariyat (51) ayat 56]. 

إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَـٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًۭا جَهُولًۭا

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, [Surat Al-Ahzab (33) ayat 72]

Dunia adalah tempat mempersiapkan berbagai kebutuhan hidup dan kehidupan, baik kebutuhan semasa hidup di dunia. Juga kebutuhan di masa saat seseorang telah berpindah ke alam akhirat (meninggal dunia),

Ali Radhiyallahu anhu berkata :

ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً ، وَارْتَحَلَتِ الآخِرَةُ مُقْبِلَةً ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ ، وَلاَ تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا ، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابَ ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلَ

Kehidupan dunia bergegas menjauh, sedang akhirat kian mendekat, dan masing-masing memiliki pengikut, maka jadilah pengikut akhirat, serta janganlah engkau menjadi pengikut dunia. Karena sejatinya sekarang ini adalah waktu untuk beramal tanpa ada hisab, sedangkan esok (di akhirat) adalah waktu hisab dan bukan beramal. (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 8/155)

Maka, beruntung bagi mereka yang dapat memanfaatkan hidup di dunia dengan sebaik-baiknya. Ingatlah sukses di dunia, belum tentu sukses pula di akhirat. Jangan pernah melupakan akan kewajiban seorang hamba menyembah dan mengerjakan kententuan-ketentuan yang telah ditetapkan Sang Maha Kuasa. 

 فَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنْ خَلَـٰقٍۢ ...

" ... Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. [Surat Al-Baqarah (2) ayat 200]


وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. [Surat Al-Qashash (28) ayat 77]

   

Sebab 3 Perkara ini, Kaki Manusia tak Bisa Bergeser pada Hari Kiamat

Anugerah berupa hidup di dunia tak ternilai harganya. Allah SWT menyediakan berbagai macam fasilitas dan kebutuhan, serta memberikannya dengan cuma-cuma untuk kemanfaatan hidup makhluk Nya. Didalamnya ada hak dan kewajiban makhluk dan tuhan, agar manusia bertanggung jawab atas nikmat tersebut.

Atas apa yang diperbuat manusia di dunia, dampaknya akan dituai di fase alam selanjutnya, di alam kubur hingga alam akhirat. Ia mesti bertanggung jawab. Sekali-kali Allah tidak akan menganiaya. Perbuatan baik dibalas dengan kebaikan, perbuatan jelek dibalas dengan kejelakan.

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ شَرًّۭا يَرَهُۥ  فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًۭا يَرَهُۥ

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. [Surat Az-Zalzalah (99) ayat 7-8)

Termasuk subyek yang akan dimintai pertanggunjawaban adalah umur, ilmu, harta, dan raga. 

عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

Dari Abu Barzah Al Aslami berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan." 

to be continue

0 Komentar