Praktekkin Yuk, Jalan Kaki 10.000 Langkah Per Hari Dapat Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Jalan Kaki 10.000 Langkah Per Hari Dapat Kurangi Risiko Penyakit Jantung


Sebuah penelitian menyebutkan, berjalan kaki 10.000 langkah per hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung, kanker dan kematian dini. Tapi dalam penelitian terbaru berapapun langkan yang ditempuh dalam setiap hari sangat besar manfaatnya bagi kesehatan manusia. 

Menurut sebagian ahli mengatakan, jalan kaki akan meningkat manfaatnya pada setiap langkahnya, dengan puncaknya pada 10.000 langkah. Setelah lebih dari itu, maka efeknya akan menurun. Untuk itu, menghitung langkah bagi yang beraktivitas fisik yang tidak beraturan seperti membereskan rumah, berkebun dan lainya sangat diperlukan.

"Kami menemukan adanya hubungan antara langkah 'kebetulan' (langkah yang digunakan beraktivitas sehari-hari) dan turunnya risiko penyakit kanker dan jantung," kata Borja del Pozo, Peneliti Senior Universitas Cadiz, Spanyol.

del Pozo dan timnya, beberapa waktu lalu menerbitkan penelitian serupa yang menyebutkan bahwa dengan berjalan kaki 10.000 langkah sehari dapat menurunkan risiko demensia hingga 50%. Selain itu,dalam penelitiannya, dengan berjalan cepat 112 langkah per menit selama 30 menit akan memaksimalkan pengurangan risiko demensia sebesar 62 %. 

"Kami beranggapan bahwa intensitas langkah itu penting- lebih dan melampaui volume," ucap del Pozo.

Sementara itu, menurut ahli kesehatan di National Jewish Health, Colorado, dr Andrew Freeman, melakukan penelitian tentang manfaatnya aktivitas fisik bagi kesehatan yang disebutnya sebagai resep ajaib. 

"Aktivitas fisik sangatlah luar biasa. Dan jika kita menggabungkannya dengan makan lebih banyak sayuran, tidur cukup, mengurangi stres dan bersosialisasi dengan sesema - itulah resep ajaib, resep awet muda," ujar dr Andrew Freeman. 

Dinukil dari VoA  Indonesia, penelitian terbaru tersebut diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine, dalam penelitiannya yaang memantau pergerakan sekitar 78.500 orang berusia antara 40 tahun hingga 79 tahun, di Inggris, Skotlandia dan Wales. Dalam penelitiannya, mereka menggunakan alat monitor langkah selama 24 jam sehari, dan dilakukan selama 7 hari berturut-turut.

Selanjutnya, setelah langkah pada setiap orang per hari dihitung, langkah berikutnya adalah  para peneliti menempatkan mereka pada dua kategori yakni kategori pertama yaitu mereka kurang dari 40 langkah per menit (jalan santai) dan lebih dari 40 langkah per menit ( atau langkah 'disengaja').

Kategori ketiga dibuat untuk orang yang berkinerja puncak yaitu mereka yang mengambil langkah paling banyak per menitnya dalam waktu 30 menit setiap harinya. Meski tidak harus dilakukan secara berurutan. (kihutimes.com)

0 Komentar