Hindari ini Supaya Doa Dikabulkan

doa


Doa adalah amalah ibadah yang diatur dalam Islam, penghubung antara hamba dengan Tuhannya tiap ia membutuhkan sesuatu. 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". [Surat Ghafir (40) ayat 60]

Tidak ada yang mengabulkan tiap doa hamba kecuali hanyalah Allah subhanahu wata'ala.

أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَـٰهٌۭ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًۭا مَّا تَذَكَّرُونَ

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). [Surat An-Naml (27) ayat 62]


Beberapa sebab doa tak dikalbukan

Keberuntungan bagi seorang hamba saat berdoa lalu dikabulkan permohonannya. Sebaliknya, ada hamba yang berdoa, namun tak dikabulkan. Berikut beberapa hal yang menjadikan doa tidak terkabul :


Makan Harta Haram

Tubuh manusia dibentuk dari makanan yang dikonsumsi. Kemudian tubuh memisah-misahkannya, mengolah menjadi berbagai macam manfaat melalui organ-organ tertentu, terutama darah sebagai pengangkut gas pernapasan (oksigen dan karbondioksida), air, zat makanan (nutrisi), dan hormon.    

Tiap mukmin supaya menjaga dirinya dari mengkonsumsi makanan/minuman haram agar darah dan daging tumbuh dengan baik. 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

Rosulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda : Wahai para manusia, sesungguhnya Allah baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan Allah perintah kepada mukminin (sama) dengan apa-apa yang diperintahkan kepada para rosul. Wahai para Rosul, makanlah dari yang baik. dan beramal sholihah, sesungguhnya Aku mengetahui amalan kalian. (QS. Al Mukminun 51). Dan Firman Allah : Wahai orang-orang yang  beriman makanlah dari baiknya apa-apa telah kuberikan (rezeki) kepada kalian. ( QS. Al Baqarah 172 ). 
Kemudian Rosulullah Sholallahu 'alaihi wasallam menurutkan seorang laki-laki yang sedang bepergian jauh, rambutnya berantakan serta berdebu, ia tengadahkan tangannya (berdoa) ke atas. "Ya Tuhanku. Ya Tuhanku!" , dan ia memakan makanan haram, minumannya haram, pakaian yang ia pakai (dari) haram, pagi-pagi ia (bergelimang) haram. Lalu bagaimana doa demikian akan dikabulkan ? "  HR. Muslim


Meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar

Sesungguhnya bagi orang yang berdoa, mereka menginginkan pada 2 hal, meminta  kebaikan dari Allah Ta'ala, atau berlindung dari hal-hal yang jelek. Maka hendaklah sebelum berdoa, mukmin berbuat baik ,/mengajak orang lain berbuat baik (amar ma'ruf) dan menyampaikan larangan-larangan kemunkaran. 


 يا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ مُرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ مَنْ قَبْلِ أَنْ تَدْعُونِى فَلاَ أُجِيبَكُمْ وَتَسْأَلُونِى فَلاَ أُعْطِيَكُمْ وَتَسْتَنْصِرُونِى فَلاَ أَنْصُرَكُمْ

Wahai manusia, sungguh Allah ’Azza wa Jalla berfirman, “Perintahkanlah kemakrufan dan laranglah kemungkaran sebelum kalian berdoa kepada-Ku dan tidak Aku ijabah, sebelum kalian meminta kepada-Ku dan tidak Aku beri, serta sebelum kalian meminta pertolongan-Ku dan kalian tidak Aku tolong.” (HR Ahmad)


Berbuat dosa dan maksiat

Doa membutuhkan pemilik hati yang bersih dan khusyu', dan harus ada pada saat mukmin itu berdoa. Hal yang demikian tidak akan dapat dicapai oleh orang-orang yang melanggengkan perbuatan dosa dan maksiat, mereka memiliki hati yang kotor lagi jahat. 

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ - ١١

Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.


Tergesa-gesa akan terkabulnya doa, dan meninggalkan doa.

Celakanya pendoa adalah mentergesakan akan terkabulnya doa. Ia ingin doa yang dimohonkan dikabulkan seperti harapannya, semisal pagi minta lalu malamnya diberi, seolah-olah ia memerintah kepada Allah. Lalu bila tak dikabulkan, ia tinggalkan doa.

Orang yang berdoa harus benar-benar sungguh-sungguh dan yakin terhadap doanya, bersabar dan tidak mudah putus asa. Harapan keluar dari lubuk hati terdalam.

Di dalam hadits pada Musnad Ahmad dari Anas (bin Malik) radhiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

 لَا يَزَالُ الْعَبْدُ بِخَيْرٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَسْتَعْجِلُ؟ قَالَ: يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ رَبِّي فَلَمْ يَسْتَجِبْ لِي 

Seorang hamba senantiasa dalam kebaikan, selama ia tidak tergesa-gesa. Para Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, tergesa-gesa bagaimana? Nabi bersabda: Ia berkata: Aku telah berdoa kepada Rabbku namun aku tidak dikabulkan (H.R Ahmad)


Berdoa dosa dan memutus hubungan kekerabatan

Allah Ta'ala telah menetapkan doa untuk memenuhi kebutuhan manusia dan meringankan mereka dari kesulitan, dan jika doa seseorang adalah dosa atau pemutusan hubungan kekerabatan, ini berarti bahwa ia telah menggunakan ketaatan doa untuk mendurhakai Allah.

Di dalam hadits pada Shahih Muslim dari Abu Hurairah (juga), Nabi bersabda: 

لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ؟ قَالَ يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ، وَقَدْ دَعَوْتُ، فَلَمْ أَرَ يُسْتَجَابُ لِي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ 

Senantiasa seorang hamba akan dikabulkan (doanya), selama ia tidak berdoa yang mengandung dosa atau memutuskan silaturrahmi, selama ia tidak tergesa-gesa. Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, tergesa-gesa bagaimana? Nabi bersabda: Ia mengatakan: Aku telah berdoa, aku telah berdoa, tapi aku tidak melihat doa itu dikabulkan. Kemudian dia merasa jemu dan meninggalkan berdoa (H.R Muslim)


0 Komentar