Lansia tidak lepas dari kalimat : "Sepuh,Sepah,Sepi dan KOLOT"

Maka bila kita ingin berhasil dalam merawat lansia, fahami dulu 4 hal tsb:

1. Sepuh: bisa dimaknai mitasi(emas sepuhan berarti emas tidak asli) maksutnya: kekuatannya lansia, fikiran, kemampuan, fisiknya dll itu tidak seasli dulu lagi pas masa muda. Namanya saja emas sepuhan, bila perlakuan kita tidak hati² maka akan rontok, dan mudah rusak.

Begitu pula peramutan kita pada lansia, harus bijak dan hati-hati,tidak bisa dikeras, diancam, dihukum dan lainnya.

2. Sepah ; bekas/ sisa yang hampir tak berguna, bekas tebu yang digiling itu dinamakan "SEPAH"

Sepah biasanya dibuang di sampah, atau dibuat bahan bakar di dapur karena manisnya sudah habis dihisab. 

Maka kita harus tetap merawat lansia tsb agar dapat Husnul khatimah, walau saat itu lansia tsb sudah tdk ada manfaatnya (hanya tidur di kasur terbaring sakit)

Ingat: "keadaan tsb bukan permintaan, harapan dan cita-cita lansia tsb itu terjadi krn sudah qodarnya.

3. Sepi: lansia itu kebanyakan tidak bisa bekerja lagi, tidak bisa berinteraksi dengan normal(tidak bisa berteman, bergaul dan lainnya.) sehingga kesepian, maka beri kegiatan untuk dekat dengan Allah, ajak banyak istigfar, banyak dzikir, tahajud, menderes hafalan sak mampunya, membaca kalimat-kalimat toyyibah dan lainnya.

Kalau selain orang iman biasanya oleh anaknya dibelikan TV dikamar, dibelikan permainan catur, radio/ tape, alat hiburan lain untuk menghilangkan rasa "sepi"

4. Kolot : sulit diingatkan, itu terjadi karena usia, karena pengalaman dimasa muda, karena riwayat jabatan (merasa dulu orang penting), karena perjuangannya(merasa pernah berjasa), karena merasa pernah berprestasi dan lainnya.

Sehingga ingin tetap dihormati, disanjung, didengarkan ucapannya, karena merasa lebih pengalaman dan merasa banyak makan garam dan lainnya.Maka kita harus mampu memahami ini dalam merawat lansia. Dengarkan walaupun yang dia ceritakan itu sesuatu yang sudah ketinggalan zaman. Dengan kita mendengarkan nya maka lansia tsb merasa senang dan merasa dihargai/ dihormati. Terus dibimbing sampai husnul Khotimah. (Filossofi PB) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama