Harga BBM Naik, Sikapi dengan Karakter Terpuji Seorang Mukmin

Harga BBM Naik, Sikapi dengan Karakter Terpuji Seorang Mukmin


Pemerintah akhirnya menyampaikan pengumuman penyesuaian harga BBM pada hari Rabu (3/8/2022). Kenaikan BBM subsidi Pertalite dan Bio Solar di kisaran 30%  diperkirakan akan berdampak pada sektor lainnya. 

Presiden Joko Widodo dalam kesempatan itu menyampaikan telah melakukan berbagai upaya untuk menahan harga naik. Namun, ia menegaskan bahwa situasi memang tak terelakkan. Kas keuangan negara sudah menanggung beban yang cukup berat, karena subsidi BBM naik hingga tiga kali lipat.

Demikianlah, hal terjadi yang tak mungkin terhindarkan lagi, di tengah perbedaan pandangan masyarakat terhadap perubahan harga tersebut. Sebagian kalangan berkecukupan ekonomi dan perpenghasilan tinggi masuk dalam katagori low risk. Dampak ada, namun tetap terkendali. Mereka masih tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik. 

Sementara masyarakat menengah kebawah yang saat ini memiliki pendapatan pas-pasan, mereka masuk high risk. Pemenuhan kebutuhan keseharian mereka baik primer maupun sekunder dapat mengalami goncangan. Mengingat terpantau di pasaran, beberapa komoditi bahan pokok rumah tangga turut serta naik harga.

Mencuplik penggalan lirik lagu Galang Rambu Anarki nya Iwan Fals, "BBM naik tinggi susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi mungkin bayi kurang gizi."

 

Harga BBM Naik, Sikapi dengan Karakter Terpuji Seorang Mukmin


SIKAPI DENGAN ARIF DAN BIJAKSANA

Ketua DPD LDII Kotawaringin Timur Dasuki, SPd menanggapi perubahan harga BBM sebagai ujian bagi orang iman. Bahwa kehidupan di dunia ini, apapun kejadiannya telah tertulis di lauhilmahfuz. Ketetapan Allah tak mungkin terelakkan. 

"Dalam hadis riwayat Muslim Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, Allah telah menulis takdirnya semua makhluk 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi," ujarnya.

Dari hadis ini dapat dijadikan pijakan bagi orang iman dalam menyikapi dinamika kehidupan di dunia. Apapun bisa terjadi, baik hal yang mungkin maupun yang tak mungkin sekalipun. Kunfayakuun.  

Dasuki mengingatkan tentang wabah pandemi covid-19,"Siapa orangnya pernah menyangka virus covid mampu memporak-porandakan relung kehidupan di bumi ini. Bangsa-bangsa di dunia dibuat tak berdaya olehnya. Dan kitapun mengakui, menyaksikan serta mengalaminya. Apa nasihat terbaik? Sabar dan tawakal ! ," tegasnya.

Sabar berarti mampu menahan diri dari amarah dan caci maki. Memiliki kesadaran diri sepenuhnya akan hakiki kekuasaan sepenuhnya Allah SWT terhadap apa yang Dia kehendaki untuk hamba Nya. Kemudian dengan sabar itu tumbuh sangka baik kepada Allah (husnudzon billah ). Tiap ujian atau cobaan pasti akan ada hikmahnya. 

وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ 

Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. QS Al Anfal:46

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّـٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍۢ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. QS Azzumar:10

Sementara tawakal merupakan tindak lanjut dari sabar. Bahwa takdir Allah tak akan luput saat datang waktunya. Tawakal bukan pasrah bongkokan, menerima begitu saja tanpa ada usaha untuk terlepas dari ujian atau cobaan itu. 

 وَمَآ أُغْنِى عَنكُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ ۖ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُتَوَكِّلُونَ

"Dan aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri". QS Yusuf:67

Salah satu upaya melewati ujian kegoncangan ekonomi adalah menerapkan pola hidup mujhid muzhid. Mujhid artinya kerja giat, semangat, berhasil dan kurup. Muzhid artinya tirakat banter, hidup hemat, gemi setiti ati-ati, tidak boros, bisa mengukur kemauan dengan kemampuan.

Pola hidup ini berlaku dan bermanfaat dalam mengarungi kehidupan untuk sukses dunia dan akhirat.

وَٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang mempersungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. [Surat Al-Ankabut (29) ayat 69]


وَمَن جَـٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجَـٰهِدُ لِنَفْسِهِۦٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Dan barangsiapa yang mempersungguh, maka mempersungguhnya itu manfaat untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. [Surat Al-Ankabut (29) ayat 6]

Terlepas dari seberapapun Allah memberikan rezeki, kewajiban manusia adalah mensyukurinya. Besar dan kecilnya tidak menjadi soal, yang terpenting adalah sisi barokahnya. 

Mari berfikir positif, darinya akan mengalirkan energi gemilang yang terurai melalui ucapan dan tindakan. 

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Masing-masing ada kebaikannya. Bersemangatlah untuk mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirimu serta mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah lemah! Kalau tertimpa sesuatu, janganlah kamu mengucapkan: ‘Seandainya aku berbuat begini dan begitu,’ tetapi katakanlah, ‘Apa yang telah ditentukan Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan terjadi.’ Karena kata ‘seandainya’ itu akan memberi jalan kepada setan.” (HR Muslim). PS

0 Komentar