Hamil Sehat dan Bugar dengan Akupunktur

Hamil Sehat dan Bugar dengan Akupunktur


Saat dokter menyarankan terapi akupunktur pada pasiennya, seringkali pasien akan membayangkan rasa ngeri dan takut karena jarum yang tajam akan menusuk bagian tubuhnya.


Benarkah demikian? Kenapa dokter menyarankan terapi tersebut? Apa saja kegunaannya?


Akupunktur adalah suatu tindakan dengan menusukkan jarum pada area tubuh tertentu atau titik akupunktur dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan atau mengobati suatu penyakit. Terapi ini berasal dari Cina dan sudah dipraktekkan lebih dari 2000 tahun yang lalu. Pada awalnya, terapi akupunktur dianggap sebagai terapi alternative. Seiring dengan semakin banyaknya bukti klinis dan penelitian tentang akupunktur, saat ini akupunktur masuk dalam terapi komplementer yang diakui efektivitas dan keamanannya oleh badan kesehatan dunia WHO.


Bagaimana mekanisme kerja akupunktur?


Saat jarum ditusukkan ke titik akupunktur, pasien akan merasakan suatu sensasi seperti rasa tebal, atau kesetrum yang disebut de qi. Saat jarum akupunktur ditusukkan, ini merupakan rangsangan yang akan diterima akhiran serabut saraf di lokal dan diteruskan ke medulla spinalis yang kemudian sampai di otak. Otak akan menjawab dengan mengeluarkan berbagai zat kimia yang melibatkan sistem hormonal, imunitas dan sistem saraf dan selanjutnya berefek pada keseluruhan fungsi tubuh. Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa tusukan jarum akan merangsang produksi endorphin dan enkefalin serta beberapa neurotransmitter lain yang mempunyai efek positif terhadap tubuh.

Terapi akupunktur dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi tubuh, seperti memperbaiki gejala stroke, mengurangi atau menyembuhkan berbagai jenis nyeri, seperti nyeri sendi dan nyeri saat menstruasi, memperbaiki sesak nafas pada asma dan lain-lain. Pada tulisan ini, akan dibahas kegunaan akupunktur untuk ibu hamil.

Selain rasa bahagia yang menyertai kehamilan, seringkali kehamilan membuat calon ibu merasa kurang nyaman karena perubahan fisiologis yang terjadi. Pada saat hamil, tubuh mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu dan menimbulkan keluhan-keluhan yang berbeda sesuai dengan usia kehamilannya. Tiga bulan awal kehamilan, umumnya ibu hamil merasakan keluhan mual, muntah dan pusing yang dapat mengganggu aktivitas hariannya. Walaupun hal ini dapat dikatakan normal, kondisi mual muntah yang hebat dapat menyebabkan wanita dehidrasi dan mengganggu kondisi janin. Masuk ke trimester berikutnya, umumnya para wanita hamil sudah mulai nyaman, mau makan dan beraktivitas seperti biasa. Sampai pada trimester ketiga, seiring dengan semakin bertambah besarnya janin, keluhan seperti cepat lelah, pegal-pegal dan sulit tidur sering mengganggu. Dan, kehamilan akan berakhir saat ibu melahirkan. Proses melahirkan tidak jarang membuat ibu merasa tegang dan ketakutan.


Untuk mengatasi berbagai keluhan saat hamil seperti yang disampaikan di atas, dari kehamilan awal sampai proses melahirkan, ada beberpa cara yang dapat dilakukan. Umumnya dokter akan memberikan vitamin serta obat-obatan yang aman untuk ibu hamil. Namun demikian, terkadang obat-obatan kurang maksimal dan mempunyai efek samping. Oleh karenanya dipakai cara yang aman, murah; salah satunya adalah akupunktur.


1. Mual dan Muntah

Akupunktur dapat membantu ibu hamil mengatasi hipermesis gravidarum, yaitu mual dan muntah di masa kehamilan dengan frekuensi serta gejala yang jauh lebih parah daripada morning sickness biasa. Pada keadaan ini, selain diberi obat anti muntah juga cairan yang diinfuskan untuk memperbaiki dehidrasinya.

Banyak penelitian mengungkapkan efektivitas akupunktur untuk menghilangkan mual muntah ibu hamil.


2. Mengatasi Kelelahan Ibu hamil sering mengeluh cepat lelah dan lemas. 

Pada trimeseter pertama, selain mual muntah, ibu hamil juga merasa cepat lelah dan lemas. Kelelahan juga dapat terjadi di trimester dua atau akhir kehamilan. Tentu kelelahan ini perlu dicari penyebabnya. Apabila ada penyebab tertentu seperti kurang zat besi, maka perlu diobati dengan penambahan zat besi.

Namun ada kalanya kelelahan pada ibu hamil akibat pekerjaan ibu yang berlebihan. Untuk kondisi seperti di atas, akupunktur data dimanfaatkan dengan menusukkan jarum pada titik akupunktur yang dapat meningkatkan kebugaran, dan titik untuk relaksasi.


3. Meningkatkan Kualitas Tidur

Efek relaksasi yang ditimbulkan setelah akupuntur juga bisa membuat tidur lebih nyenyak.


4. Menghilangkan pegal-pegal

Teknik akupuntur bisa mengatasi pegal-pegal, yang disebabkan akibat perubahan hormon, pertambahan berat badan, perkembangan bayi, perubahan postur tubuh, atau bisa jadi akibat terlalu stres.


5. Meredakan Nyeri Saat Bersalin 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akupuntur dapat mengurangi nyeri saat bersalin. Akupuntur dapat dilakukan saat usia kehamilan memasuki akhir trimester ketiga, dengan fokus penekanan untuk mempersiapkan serviks dan tulang panggul guna melancarkan proses persalinan.


Apabila akupunktur dilakukan oleh orang yang tepat, teknik ini sangat aman, efisien dan tanpa efek samping yang berarti./*


Oleh: Dr. Selfi Handayani • Dokter Praktek Akupunktur di Klinik Pratama Familia • Pendidik di Departemen Akupunktur FK UNS Surakarta - Nuansa Persada Edisi Cetak Januari 2022

 

0 Komentar