Bertempat di Aula Yonig 631 Korem 102 / Panju Panjung Palangkaraya Kalimantan Tengah, PARYONO Ketua PC LDII Kecamatan Parenggean berkesempatan menghadiri Undangan Kasiter Korem 102/Panjung Panjung sebagai Pemateri dalam kegiatan Pelatihan Pertanian Terpadu Korem 102/PJG TA 2020 sejak tanggal 27 hingga 30 Juli 2020. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program ketahanan pangan nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden RI. Pelatihan dibuka oleh Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto dan mengambil tema : melalui pelatihan pertanian terpadu kita ciptakan petani handal untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Dalam pemaparannya, Paryono menyampaikan seputar TEKNOLOGI PAKAN SAPI PENDUKUNG INTEGRASI SAWIT-SAPI DI KALIMANTAN TENGAH. Sebagaimana diketahui bahwa luas perkebunan sawit di Kalimantan Tengah mecapai hampir 1,48 juta ha. Selain menghasilkan produk utama berupa buah sawit, banyak bagian dari pohon kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai penunjang berbagai produk bahan baku. Salah satu nya dalah dengan memanfaatkan pelepah sawit sebagai pakan ternak.

Paryono juga menyampaikan beberapa latar belakang usahanya mengembangkan pakan ternak dengan metode  pencampuran pelepah sawit, 


  • Hambatan utama usaha pertanian di indonesia adalah permasalahan pakan yaitu menyangkut kualitas,kuantitas dan kesinambungan sepanjang tahun
  • Tingginya persaingan penggunaan tenaga kerja untuk usaha lain dan terbatasnya lahan penanaman HMT menyebabkan keterbatasan pakan untuk sapi potong semakin sulit
  • salah satu cara pengembangan sapi potong adalah dengan cara mendekatkan sapi dengan sumber makanan
  • semakin berkembangnya perkebunan kelapa sawit,potensi produk samping sebagai pakan sapi semakin berlimpah dan bisa menyediakan pakan sepanjang tahun
  • pemanfaatan limbah perkebunan dan pabrik kelapa sawit sebagai pakan ternak belum optimal karna bersifat keras,rendahnya tingkat protein kasar,tingginya kandungan serat kasar dan rendahnya tingkat kecernaan
  • perlu inovasi teknologi dan manajemen pakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah sawit sebagai pakan

" Di sekitar kita (Kalteng) ini tersedia begitu banyak pohon sawit yang tak terhitung jumlahnya. Pengolahan sawit tentunya menyisakan limbah, nach disinilah perlu sentuhan inovasi dan kreatifitas kita dalam memanfaatkannya menjadi sesuatu yang berguna, salah satunya untuk pakan ternak " lanjut Paryono.

Paryono juga menjelaskan tentang pentingnya teknologi untuk pengolahan limbah kelapa sawit tersebut, dengan beberapa alasan :
  • Limbah sawit berupa pelepah,daun dan batang bertekstur keras,brukuran besar dan mengandung serat kasar yang tinggi serta mempunyai  kandungan gizi yang rndah sehingga susah di cerna dan bisa membuat ternak kekurangan nutrisi
  • SOLIT SAWIT  mengandung kadar air tinggi sehingga mudah rusak dan tidak bisa di simpan lama 
  • BUNGKIL INTI SAWIT terkadng mengandung cangkang dn bongkahan kasar begitu uga dengan solit yang di keringkan akan membentuk gumpalan kasar,sehingga perlu dilakukan proses penggilingan
  • Tidak semua bahan pakan asal limbah sawit bisa di berikan tunggal sehingga perlu melalui proses pencampuran dengan bahan lain
Selanjutnya Paryono memberikan panduan tata cara pembuatan pakan ternak step by step kepada seluruh peserta pelatihan.

Dalam keseharian, selain menjadi pengurus LDII di PC Parenggean, Paryono juga menggawangi kelompok tani di kecamatan tersebut. Kiprahnya sebagai pelopor pemanfaatan limbah sawit untuk pakan ternak sempat menghantarnya menjadi salah satu petani teladan dan mendapatkan penghargaan dari Jokowi Presiden Republik Indonesia.

Semoga Alloh memberi manfaat dan barokah.