Persiapkan Keberangkatan Haji 2026, LDII Kepri Bekali Jamaah dengan Manasik Intensif dan Edukasi Kesehatan

Persiapkan Keberangkatan Haji 2026, LDII Kepri Bekali Jamaah dengan Manasik Intensif dan Edukasi Kesehatan

Memperkuat Kesiapan Spiritual dan Fisik di Batam

Batam — Menjelang musim haji tahun 2026, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Kepulauan Riau mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan pembekalan komprehensif bagi para calon jamaah haji. Bertempat di Masjid Miftahul Huda, Batam, pada Sabtu (18/4/2026), sebanyak 18 calon jamaah haji mendapatkan materi manasik serta edukasi kesehatan mendalam untuk memastikan kesiapan total sebelum menapaki Tanah Suci.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warganya yang akan melaksanakan rukun Islam kelima. Program ini dirancang sedemikian rupa agar jamaah tidak hanya memahami tata cara ibadah secara teori, tetapi juga siap menghadapi realitas di lapangan.

“Calon jamaah haji dari warga LDII telah dibekali manasik haji sebanyak 10 kali teori dan 1 kali praktik. Simulasinya, kami laksanakan di Asrama Haji, Batam, yang telah dilengkapi miniatur Masjidil Haram,” ujar Ketua Tim Haji LDII Kepulauan Riau, Haikal Hamid.

Rincian Kloter dan Alur Perjalanan Spiritual

Persiapan teknis yang matang menjadi sorotan utama dalam pembekalan kali ini. Para jamaah dijadwalkan mengambil miqat di Bir Ali (Dzulhulaifah) dan akan menjalani ibadah Arbain di Madinah Munawwarah sebelum bergerak menuju Makkah al-Mukarramah untuk menyelesaikan rangkaian inti ibadah haji.

Mengenai skema keberangkatan, jamaah akan diterbangkan melalui Embarkasi Hang Nadim Batam menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah. Haikal Hamid merincikan bahwa jamaah akan terbagi ke dalam dua kelompok terbang (kloter) yang terorganisir.

Kloter pertama yang mencakup jamaah dari Tanjungpinang dan Bintan dijadwalkan tinggal landas pada Rabu, 22 April 2026, pukul 11.35 WIB. Menyusul sehari setelahnya, kloter kedua yang didominasi jamaah asal Batam akan berangkat pada Kamis, 23 April 2026, di jam yang sama. Seluruh jamaah diwajibkan menjalani masa karantina satu hari sebelumnya di Asrama Haji Batam guna memastikan kelengkapan administrasi dan kesehatan terakhir.

“Berdasarkan jadwal, jamaah direncanakan kembali ke tanah air pada 2–3 Juni 2026 melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah,” tambah Haikal Hamid.

Menghadapi Tantangan Cuaca Ekstrem dan Disiplin Medis

Ketua DPW LDII Kepulauan Riau, Rulifa Syahroel, menitikberatkan pesannya pada aspek kedisiplinan dan adaptasi lingkungan. Tantangan iklim di Arab Saudi yang cenderung ekstrem menuntut jamaah untuk memiliki daya tahan tubuh yang prima dan kepatuhan tinggi terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi.

“Mengingat cuaca yang ekstrem di Arab Saudi, jamaah harus menjaga kesehatan. Cukup hidrasi dan patuh pada arahan tim medis,” tegas Rulifa Syahroel.

Selain aspek fisik, kemurnian niat menjadi poin krusial yang terus ditekankan kepada setiap calon haji. Rulifa berharap agar sekembalinya dari Tanah Suci, para jamaah dapat membawa perubahan positif dan menjadi teladan yang baik bagi lingkungan masyarakat sekitar mereka.

Visi Haji Mabrur: Bukan Sekadar Status Sosial

Menutup rangkaian arahan pembekalan, Dewan Penasihat DPW LDII Kepri, Santoso, memberikan wejangan spiritual mengenai esensi ibadah haji. Beliau mengingatkan bahwa perjalanan ini adalah ibadah murni karena Allah SWT, sehingga setiap jamaah harus menjaga akhlak dan perilaku selama berada di Tanah Suci.

“Ibadah haji bukan mengejar status. Jamaah harus istiqomah dalam beribadah, serta menjaga perilaku dan akhlak. Niatkan semua karena Allah,” pesan Santoso secara mendalam.

Kegiatan ini diharapkan mampu meminimalisir kendala yang mungkin dihadapi jamaah selama menjalankan ibadah, sehingga fokus utama jamaah hanya pada kesempurnaan ibadah demi meraih predikat haji yang mabrur.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama