Rakerkot PERSINAS ASAD Surakarta 2026: Mempertegas Komitmen Pembinaan Pesilat Berkarakter Luhur

Rakerkot PERSINAS ASAD Surakarta 2026: Mempertegas Komitmen Pembinaan Pesilat Berkarakter Luhur

SURAKARTA, JAWA TENGAH – Pengurus Kota (Pengkot) PERSINAS ASAD Kota Surakarta secara resmi menyelenggarakan Rapat Kerja Kota (Rakerkot) Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah strategis dalam menentukan arah kebijakan organisasi setahun ke depan. Pertemuan penting yang berlangsung di Gedung Setgab Kota Surakarta pada Selasa (21/4/2026) ini memfokuskan agenda pada integrasi antara peningkatan kualitas fisik atlet dan penguatan fondasi karakter bagi para praktisi bela diri di wilayah tersebut.

Sinergi Organisasi: Menuju Atlet yang Berprestasi dan Berbudaya

Bukan sekadar rutinitas birokrasi, Rakerkot kali ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran pengurus untuk menyatukan visi di tengah dinamika perkembangan olahraga nasional. Ketua Pengkot PERSINAS ASAD Kota Surakarta, H. Suharno, dalam orasinya menekankan bahwa keberhasilan sebuah perguruan silat tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, melainkan juga dari sejauh mana para pesilat mampu menjaga marwah budaya bangsa.

"Rakerkot ini menjadi pijakan strategis untuk menentukan arah program kerja ke depan. Sesuai tema tahun ini, kita berkomitmen mencetak pesilat yang berprestasi, berbudaya, dan berkarakter luhur," ujar H. Suharno.

Visi ini lahir dari kesadaran bahwa pembinaan pesilat merupakan proses jangka panjang yang melibatkan aspek mental dan etika. Menurut Suharno, penguasaan teknik bertanding yang mumpuni akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan penguatan moralitas. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai yang terus digaungkan oleh komunitas bela diri di Indonesia, termasuk sinergi informasi yang dapat diakses melalui portal LDII Sampit dalam konteks pembinaan umat dan pemuda.

Konsolidasi Struktur Hingga Tingkat Kecamatan

Forum ini dihadiri oleh jajaran petinggi pengkot serta perwakilan delegasi dari setiap kecamatan di seantero Surakarta. Kehadiran para wakil wilayah ini memastikan bahwa setiap program kerja yang dirancang dapat terserap dan diimplementasikan secara merata hingga ke unit latihan terkecil (Rayon). Diskusi intensif mewarnai sesi sinkronisasi program, terutama mengenai teknis kepelatihan, manajemen administrasi, dan koordinasi pengamanan internal.

Selain membahas aspek teknis, Rakerkot juga meninjau efektivitas struktur organisasi yang ada. Penguatan organisasi di tingkat wilayah dianggap krusial untuk memastikan estafet pembinaan berjalan mulus. Dengan struktur yang solid, PERSINAS ASAD Surakarta optimis mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang siap bersaing, baik di ajang regional maupun skala nasional, tanpa menanggalkan identitas pesilat yang santun dan berbudi luhur.

Melalui konsolidasi ini, diharapkan rencana kerja tahun 2026 tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi panduan operasional yang mampu mendongkrak reputasi PERSINAS ASAD sebagai perguruan silat profesional yang menjadi perekat kesatuan bangsa. Kegiatan ini ditutup dengan semangat kebersamaan untuk membawa pencak silat Surakarta menuju level yang lebih tinggi.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama