CIMAHI — Suasana hangat menyelimuti Masjid Namiroh, Kelurahan Baros, pada Senin (13/4/2026), saat jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Kelurahan Baros menggelar pertemuan silaturrahim pascaramadan. Acara yang dikemas dalam bingkai kekeluargaan ini menjadi momentum krusial untuk mempererat tali komunikasi antara organisasi kemasyarakatan, otoritas pemerintahan tingkat kelurahan, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.
Lurah Baros, Gugun Tristanto, yang hadir secara langsung memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, pertemuan tatap muka seperti ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan instrumen penting dalam memelihara stabilitas dan kerukunan di tengah dinamika masyarakat Baros yang majemuk.
“Momentum seperti ini penting untuk menjaga kedekatan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ujar Gugun Tristanto saat memberikan sambutan di hadapan para tokoh agama dan warga yang hadir.
Fokus pada Pembinaan Karakter Generasi Muda
Selain menyoroti aspek kerukunan, Gugun juga memberikan perhatian khusus pada pola pembinaan yang dijalankan oleh LDII. Ia menilai langkah LDII dalam membentengi generasi muda dengan nilai-nilai religius sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan sosial wilayah tersebut. Pendidikan karakter dianggap sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Pembinaan karakter seperti ini sangat penting agar generasi muda memiliki akhlak yang baik dan iman yang kuat,” tambah Gugun Tristanto menekankan urgensi pembinaan mental bagi remaja.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Kelurahan Baros, Soni Hermawan, menegaskan bahwa esensi silaturrahim adalah manifestasi dari Ukhuwah Islamiyah. Di tengah arus informasi yang seringkali memicu polarisasi, kehadiran organisasi yang aktif merajut kebersamaan menjadi sangat vital.
“Silaturrahim menjadi sarana membangun solidaritas dan kasih sayang antarumat,” kata Soni Hermawan.
Lebih lanjut, Soni menjelaskan bahwa hubungan yang harmonis antarwarga secara otomatis akan menekan potensi gesekan sosial. Saling mengenal dan saling menghargai adalah kunci utama agar perselisihan tidak mudah meletus di akar rumput. “Saat ini penting menjaga ukhuwah, agar tidak mudah terjadi perselisihan di antara kita,” sambungnya.
Target Tiga Sukses Generasi Penerus
Menanggapi dukungan dari pemerintah dan MUI, Ketua PAC LDII Kelurahan Baros, Rahmat Kasri, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi. Ia memandang bahwa harmoni sebuah wilayah mustahil tercapai tanpa adanya kolaborasi yang apik antara ulama, umara (pemerintah), dan organisasi masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan organisasi masyarakat menjadi kunci terciptanya lingkungan yang rukun,” ungkap Rahmat Kasri.
Rahmat juga memaparkan bahwa LDII memiliki kurikulum pembinaan yang terukur bagi generasi muda, yang dikenal dengan target 'Tiga Sukses'. Program ini dirancang untuk mencetak kader bangsa yang kompetitif namun tetap rendah hati dan religius. Adapun poin-poin utama tersebut meliputi:
- Berakhlakul Karimah: Memiliki perilaku terpuji dan etika yang baik dalam bermasyarakat.
- Alim-Fakih: Memiliki pemahaman agama yang mendalam dan luas.
- Mandiri: Mempunyai kemampuan untuk menopang hidup secara ekonomi dan mental.
“Melalui program ini, kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan memiliki ketahanan iman,” pungkas Rahmat Kasri menutup pembicaraan.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara PAC LDII Baros, Kelurahan, dan MUI, diharapkan wilayah Baros tetap menjadi lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda dan menjadi barometer kerukunan umat beragama di Kota Cimahi.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.