Musda VI LDII Way Kanan: Bupati Ayu Asalasiyah Perkuat Sinergi Ormas Demi Kemandirian Daerah

Musda VI LDII Way Kanan: Bupati Ayu Asalasiyah Perkuat Sinergi Ormas Demi Kemandirian Daerah

Momentum Konsolidasi dan Penguatan Peran Strategis

Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, secara resmi membuka gelaran Musyawarah Daerah (Musda) VI Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Way Kanan pada Rabu, 22 April 2026. Bertempat di Gedung Pusiban kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Way Kanan, agenda lima tahunan ini menjadi tonggak krusial dalam memperkokoh struktur internal organisasi serta merumuskan arah kebijakan strategis yang selaras dengan visi pembangunan daerah.

Dalam pidato pembukaannya, Bupati Ayu menegaskan bahwa Musda merupakan manifestasi demokrasi internal yang sehat. Ia berharap melalui forum ini, akan lahir kepemimpinan yang progresif dan program kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat Way Kanan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Way Kanan, saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musda VI ini. Semoga forum ini melahirkan keputusan strategis serta kepengurusan yang solid untuk kemajuan LDII dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Ayu Asalasiyah.

LDII Sebagai Mitra Pembangunan Berkelanjutan

Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi LDII yang selama ini konsisten menjadi mitra strategis. Peran organisasi dalam memperkuat ketahanan pangan, menggerakkan ekonomi kerakyatan, hingga meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat dinilai sangat membantu percepatan visi “Way Kanan Mandiri dan Sejahtera”.

Bupati Ayu mengingatkan bahwa tantangan pembangunan daerah yang kompleks tidak mungkin diselesaikan oleh birokrasi semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif dari elemen masyarakat yang memiliki struktur akar rumput yang kuat. Sinergi yang harmonis antara umaro (pemerintah) dan organisasi keagamaan menjadi kunci stabilitas sosial.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi dari semua pihak, termasuk LDII yang memiliki posisi strategis dalam menjembatani aspirasi masyarakat,” jelas Ayu Asalasiyah di hadapan para delegasi.

Ia juga menitipkan pesan agar kepengurusan yang terpilih nantinya mampu melahirkan inovasi program yang adaptif terhadap perubahan zaman. Semangat gotong royong dan komunikasi yang konstruktif harus tetap menjadi fondasi dalam setiap pergerakan organisasi.

Delapan Program Unggulan dan Komitmen Kebangsaan

Dalam rangkaian acara tersebut, LDII memaparkan delapan program unggulan yang menjadi pilar pergerakan organisasi secara nasional maupun regional. Delapan pilar tersebut mencakup sektor dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, hingga penguatan stabilitas nasional. Program-program ini dirancang untuk menciptakan sumber daya manusia yang profesional dan religius.

Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, M. Aditya, yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan bahwa seluruh aktivitas organisasi harus searah dengan garis pembangunan nasional. Ia mengajak seluruh kader untuk selalu bersikap proaktif dan solutif dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa.

"Kami lahir, hidup, dan beraktivitas di Indonesia. Bahkan dalam menjalankan ibadah pun, kita diberikan kemudahan. Maka sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk mencintai negeri ini dan berkontribusi nyata melalui profesionalisme yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat," tegas M. Aditya.

Perhelatan Musda VI ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPD LDII Way Kanan, Sobri, serta Ketua Panitia Musda sekaligus Anggota DPRD Way Kanan, Beli Arisandi. Kehadiran unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Way Kanan dalam acara ini juga menegaskan pengakuan atas peran penting LDII dalam menjaga kerukunan dan kemajuan di wilayah tersebut.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama