Akselerasi Hasil Munas X, LDII Kepulauan Riau Perkuat Konsolidasi Organisasi Mulai dari Tanjungpinang

Akselerasi Hasil Munas X, LDII Kepulauan Riau Perkuat Konsolidasi Organisasi Mulai dari Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Pasca perhelatan akbar Musyawarah Nasional (Munas) X LDII di Jakarta, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kepulauan Riau langsung tancap gas melakukan konsolidasi organisasi. Ketua DPW LDII Kepri, H. Rulifa Syahroel, memimpin langsung kunjungan kerja strategis ke DPD LDII Kota Tanjungpinang pada Senin (21/4/2026) guna memastikan seluruh amanat nasional dapat terimplementasi hingga tingkat akar rumput di wilayah Kepulauan Riau.

Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Serbaguna Masjid Hidayatullah, Kampung Baru, tersebut menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan visi besar organisasi dengan aksi nyata di daerah. Kedatangan rombongan wilayah disambut hangat oleh Ketua DPD LDII Tanjungpinang, H. Erwin Setyawan, didampingi jajaran elit organisasi setempat termasuk Ketua Dewan Penasehat, H. Bambang Tumijo, serta Wakil Ketua DPW LDII Kepri, H. Siajis.

Misi Membumikan Amanat Munas X

Langkah cepat yang diambil oleh DPW LDII Kepri ini bukan tanpa alasan. Sebagai organisasi yang adaptif, LDII menyadari bahwa hasil rumusan di Jakarta pada 7-9 April 2026 lalu harus segera ditransformasikan menjadi program kerja yang menyentuh masyarakat luas. Rulifa Syahroel dalam arahannya menekankan bahwa struktur organisasi di tingkat DPD, Cabang (PC), hingga Anak Cabang (PAC) harus memiliki daya akselerasi yang tinggi.

“Program DPP LDII harus membumi. Tidak cukup hanya menjadi wacana, tetapi harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tegas H. Rulifa Syahroel di hadapan para pengurus.

Ia menambahkan bahwa penguatan literasi organisasi dan profesionalitas kepemimpinan menjadi kunci utama. Hal ini sejalan dengan komitmen organisasi dalam mendukung Asta Cita Pemerintah demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Kesiapan sumber daya manusia di internal LDII diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional yang berkarakter.

Implementasi Gaya Hidup Ramah Lingkungan: Zero Waste

Selain fokus pada struktur organisasi, agenda silaturahmi ini juga menyoroti isu lingkungan global. LDII Kepri kini tengah gencar mengampanyekan gaya hidup zero waste atau nol sampah sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kelestarian bumi. Program ini tidak lagi dipandang sebagai sekadar tren lingkungan, melainkan sebuah kewajiban moral dan religius.

Rulifa menjelaskan secara mendalam mengenai konsep lima pilar pengelolaan sampah yang harus mulai dipraktikkan oleh seluruh warga LDII di Kepulauan Riau, yakni menolak (refuse), mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), mendaur ulang (recycle), hingga mengomposkan (rot).

“Zero waste bukan sekadar tren, tetapi gaya hidup. Dimulai dari menolak, mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, hingga mengomposkan sampah,” jelas Rulifa Syahroel.

Menurut pandangannya, prinsip-prinsip pelestarian alam tersebut sangat identik dengan nilai-nilai Islam. Kesederhanaan, kebersihan, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi menuntut setiap individu untuk tidak merusak ekosistem melalui limbah yang tidak terkelola.

Komitmen Ukhuwah dan Masa Depan Organisasi

Pertemuan ini ditutup dengan suasana yang penuh kekeluargaan. Doa bersama yang dipimpin oleh H. Bambang Tumijo menandai berakhirnya sesi konsolidasi, sekaligus menjadi simbol kuatnya ukhuwah dan komitmen kolektif para pengurus untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh integritas.

Dengan dimulainya gerakan dari Tanjungpinang sebagai titik awal, DPW LDII Kepri optimis bahwa seluruh instruksi strategis hasil Munas X akan segera tersebar merata di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. Fokus pada pengabdian masyarakat, pendidikan karakter, dan kepedulian lingkungan tetap menjadi prioritas utama LDII dalam menebar manfaat bagi bangsa.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama