Ikhtiar DPD LDII Gunungkidul Membentuk Karakter Bangsa Lewat Pembekalan Daiyah
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Gunungkidul mengambil langkah nyata dalam menyiapkan masa depan bangsa dengan menggelar pembekalan khusus bagi da'i dan daiyah muda. Bertempat di kompleks Masjid Al-Husna Kemorosari 2, Desa Piyaman, Kapanewon Wonosari, kegiatan yang berlangsung pada Minggu (12/4) ini menjadi kawah candradimuka bagi para peserta untuk mendalami metode pembinaan generasi yang efektif.
Sebanyak 20 pemuda terpilih dari delapan wilayah kapanewon berbeda—mulai dari Wonosari, Gedangsari, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Saptosari, hingga Tanjungsari—hadir dengan antusiasme tinggi. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan membawa misi besar sebagai garda terdepan dalam membina moralitas remaja di lingkungan masing-masing di bawah koordinasi DPD LDII Kabupaten Gunungkidul.
Materi Komprehensif: Menyeimbangkan Agama dan Tumbuh Kembang
Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan teks keagamaan semata, melainkan juga membekali peserta dengan wawasan psikologi perkembangan yang relevan. Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar pembinaan anak, pemahaman mendalam tentang fase tumbuh kembang, hingga sinergi antara pendidikan formal dan penguatan karakter di rumah maupun lingkungan ibadah.
Ustadz Sunarta, selaku narasumber utama dalam kegiatan tersebut, mengingatkan bahwa tantangan mendidik anak di era modern memerlukan ketelatenan serta pendekatan yang lebih personal. Ia menggarisbawahi bahwa pembentukan kepribadian bukanlah proses instan yang bisa tuntas dalam waktu singkat, melainkan sebuah maraton spiritual.
"Pembinaan generasi harus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak cukup hanya sesaat, tetapi perlu konsistensi agar nilai-nilai yang ditanamkan benar-benar membentuk kepribadian anak," ujar Ustadz Sunarta.
Tiga Pilar Utama Generasi Unggul
Dalam paparannya, ditekankan bahwa profil pemuda ideal yang ingin dicetak oleh LDII harus berdiri di atas tiga landasan utama atau yang sering disebut sebagai Tri Sukses Generus: memiliki akhlak yang mulia, kedalaman ilmu agama (alim dan faqih), serta kemandirian yang tangguh. Ketiga elemen ini dipandang sebagai benteng pertahanan paling efektif bagi pemuda dalam menyongsong masa depan yang kompetitif.
"Ketiga hal tersebut menjadi kunci dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks," tambah Ustadz Sunarta saat menjelaskan pentingnya integrasi karakter dan kemandirian bagi pemuda.
Melalui inisiatif yang konsisten ini, DPD LDII Gunungkidul menaruh harapan besar agar para da'i dan daiyah yang telah dibekali ilmu pengasuhan mampu mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi aksi nyata. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan LDII dalam melahirkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat luas di masa mendatang.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.