Persiapan Matang di Gedung Pusiban Way Kanan
BLAMBANGAN UMPU – Menjelang perhelatan akbar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Way Kanan mematangkan persiapan teknis guna memastikan agenda lima tahunan tersebut berjalan optimal. Mengambil tempat di Gedung Pusiban atau Gedung Serbaguna (GSG) Pemkab Way Kanan, Blambangan Umpu, acara ini diproyeksikan menjadi tonggak penting dalam merumuskan kontribusi organisasi terhadap kemajuan daerah.
Musda ini bukan sekadar rutinitas organisatoris, melainkan forum evaluasi mendalam atas kinerja pengurus selama periode sebelumnya sekaligus wadah penyusunan rencana strategis untuk masa bakti lima tahun mendatang. Seluruh jajaran dari tingkat Kabupaten (DPD), Kecamatan (Pimpinan Cabang/PC), hingga tingkat Kampung atau Kelurahan (Pimpinan Anak Cabang/PAC) dari seluruh pelosok Way Kanan dijadwalkan hadir untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagi masa depan organisasi dan masyarakat.
Sinergi Sebagai Simbol Kebersamaan
Ketua DPD LDII Way Kanan, H. Sobri, memberikan apresiasi mendalam atas progres persiapan yang kini telah memasuki tahap final. Pemilihan GSG milik Pemerintah Kabupaten sebagai lokasi acara dipandang memiliki makna simbolis yang kuat. Hal ini mencerminkan harmonisasi yang erat antara LDII dengan pemerintah daerah dalam upaya bersama membangun kesejahteraan warga di Bumi Ramik Ragom.
“Alhamdulillah, koordinasi dengan pihak pemerintah kabupaten dan internal panitia berjalan sangat baik. Kami ingin Musda ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus, melainkan wadah pemikiran untuk melahirkan ide-ide yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Way Kanan,” ujar H. Sobri saat meninjau langsung kesiapan di lapangan.
Keberhasilan koordinasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan suasana musyawarah yang kondusif. H. Sobri menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak lepas dari kemampuannya menjalin komunikasi yang transparan dan kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan.
Tiga Mandat Penting untuk Kesuksesan Musda
Dalam arahannya, H. Sobri membagi fokus kesuksesan Musda ke dalam tiga pilar utama yang harus dijalankan secara beriringan oleh seluruh elemen organisasi:
- Profesionalitas Panitia: Panitia pelaksana didorong untuk bekerja dengan standar tinggi, mengedepankan prinsip gotong royong, dan menjamin kenyamanan seluruh tamu undangan serta delegasi. H. Sobri menekankan pentingnya pelayanan yang berlandaskan prinsip rukun, kompak, dan kerja sama yang baik.
- Aspirasi Delegasi: Para delegasi diharapkan tidak hanya hadir sebagai peserta pasif, namun membawa aspirasi murni dari tingkat akar rumput (grassroots). Aspirasi tersebut nantinya dirumuskan menjadi program kerja yang bersifat aplikatif, mencakup aspek dakwah, pendidikan karakter, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
- Dukungan Moral Warga: Seluruh warga LDII di wilayah Way Kanan diimbau untuk menyatukan barisan dalam doa dan dukungan moril agar seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir dapat terlaksana dengan aman, lancar, dan mendatangkan keberkahan.
Mencetak Generasi Profesional Religius
Salah satu poin krusial yang akan dibahas dalam Musda VI ini adalah penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). LDII Way Kanan berkomitmen untuk terus mencetak generasi penerus yang memiliki kriteria 'Tri Sukses', yaitu memiliki kedalaman ilmu agama (alim-faqih), berakhlakul karimah atau berkarakter luhur, serta memiliki kemandirian yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
Fokus pada SDM yang profesional religius ini dinilai selaras dengan cita-cita besar Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Organisasi berupaya menjadi mitra strategis yang konsisten dalam mendukung program-program pembangunan manusia di daerah tersebut.
“Kami ingin LDII terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam mewujudkan visi unggul dan sejahtera,” tutup H. Sobri dengan nada optimis.