Sinergi TNI dan Ulama dalam Menjaga Kondusivitas Daerah
Menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat menjadi kunci utama dalam memacu percepatan pembangunan daerah. Dalam semangat tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Lampung Tengah menghadiri undangan silaturahim dan Halal Bihalal yang diinisiasi oleh Panglima Kodam (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Pertemuan strategis ini berlangsung khidmat di Makodim 0411/KM, Lampung Tengah, pada Rabu (8/4/2026).
Kehadiran para tokoh agama dan pemerintah daerah ini bukan sekadar seremoni pasca-Lebaran. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi wadah konsolidasi untuk memastikan stabilitas keamanan di wilayah Lampung tetap terjaga. Kepala Badan Kesbangpol Lampung, Achmad Saefulloh, menekankan bahwa kolaborasi antara institusi militer, para ulama, dan pemerintah merupakan pilar krusial bagi ketahanan wilayah.
“Sinergi antara TNI, ulama dan pemerintah daerah, krusial untuk menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Achmad Saefulloh dalam sambutannya.
Kewaspadaan Terhadap Ancaman Perpecahan Bangsa
Di hadapan para tamu undangan, Mayjen TNI Kristomei Sianturi memberikan pesan mendalam mengenai tantangan bangsa ke depan. Ia mengingatkan bahwa ancaman yang berpotensi memecah belah persatuan bisa datang dari berbagai lini. Oleh karena itu, TNI tidak bekerja sendiri. Penguatan ketahanan nasional harus dilakukan secara kolektif melalui berbagai sektor, mulai dari kedaulatan pangan hingga kualitas sumber daya manusia.
“TNI berperan menjaga keutuhan NKRI melalui penguatan ketahanan pangan, konektivitas, sumber daya manusia, mitigasi dan kolaborasi,” tutur Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
Jenderal bintang dua tersebut juga menggarisbawahi bahwa kemajuan sebuah daerah tidak bisa hanya dipandang dari angka-angka pertumbuhan ekonomi semata. Ada indikator sosial yang jauh lebih fundamental, yakni rasa aman yang dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menurunnya angka kriminalitas, serta meningkatnya rasa aman di tengah masyarakat,” tegas Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
Komitmen LDII dalam Delapan Program Pengabdian
Menanggapi arahan tersebut, Sekretaris DPD LDII Lampung Tengah, Sisharminta, menyatakan kesiapan organisasinya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dan TNI. Menurutnya, pertemuan lintas sektoral seperti ini sangat efektif untuk memitigasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak dini.
“Silaturahim ini merupakan sarana yang efektif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di masyarakat,” jelas Sisharminta saat memberikan keterangan di lokasi acara.
Sebagai wujud nyata, LDII Lampung Tengah berkomitmen untuk mengimplementasikan delapan program pengabdian LDII untuk bangsa. Program-program tersebut mencakup berbagai bidang prioritas, mulai dari wawasan kebangsaan, dakwah, pendidikan, hingga ekonomi syariah dan energi terbarukan, yang semuanya bermuara pada penguatan karakter bangsa yang mandiri dan berdaulat. Upaya ini diharapkan dapat membantu percepatan pembangunan di Lampung Tengah sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah daerah.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dakwah dan pengabdian masyarakat LDII di berbagai daerah dapat diakses melalui portal resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia.