Sinergi Polri dan Ulama: Polda Sumut Pererat Silaturahim dengan LDII demi Kondusivitas Wilayah

Sinergi Polri dan Ulama: Polda Sumut Pererat Silaturahim dengan LDII demi Kondusivitas Wilayah

Memperkuat Sinergi Pasca-Lebaran: Kunjungan Polda Sumut ke LDII

Dalam upaya memperkokoh tali silaturahim dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Utara, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara melakukan kunjungan resmi ke jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sumatera Utara. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini dilaksanakan di kediaman Ketua DPW LDII Sumut, Hasoloan Simanjuntak, pada Kamis (26/3) lalu.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Nanang Masbudi. Kehadiran perwira menengah kepolisian ini disambut baik oleh jajaran pengurus LDII, yang melihat pertemuan ini sebagai langkah strategis dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan keamanan masyarakat secara luas.

Dialog Strategis Mengenai Dinamika Masyarakat

Fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk membangun koordinasi yang lebih solid antara institusi kepolisian dengan ormas keagamaan. Hal ini dianggap sangat krusial, terutama dalam menyikapi berbagai dinamika yang muncul di tengah masyarakat setelah perayaan Idul Fitri. Kombes Pol Nanang Masbudi menekankan bahwa dialog terbuka adalah kunci untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

“Silaturahim ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menjaga kondusivitas wilayah. Diperlukan dialog terkait dengan dinamika masyarakat pasca Idul Fitri dan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol Nanang Masbudi.

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan ke depan dalam menjaga ketertiban masyarakat (kamtibmas) memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh-tokoh agama yang memiliki pengaruh besar di akar rumput.

“Kami berharap, kebersamaan ini dapat terus terjalin. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutur Kombes Pol Nanang Masbudi lebih lanjut.

Peran Ulama dalam Mencegah Radikalisme

Menanggapi ajakan tersebut, Ketua DPW LDII Sumut, Hasoloan Simanjuntak, menyatakan kesiapan organisasinya untuk terus bersinergi dengan pihak kepolisian. Menurutnya, ulama dan tokoh agama memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi yang menyejukkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif atau paham radikal.

“Ulama dapat memberikan pemahaman agama yang sifatnya sejuk dan damai. Serta, membantu kepolisian mencegah penyebaran radikalisme dan potensi konflik di tengah masyarakat,” pungkas Hasoloan Simanjuntak.

Hasoloan juga menegaskan komitmen LDII dalam membentengi warganya dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan wawasan kebangsaan. Ia percaya bahwa pemahaman agama yang benar harus sejalan dengan semangat nasionalisme untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Komitmen Terhadap Nilai Kebangsaan dan Keberagaman

Selain fokus pada keamanan, pertemuan ini juga membahas pentingnya merawat keberagaman di Sumatera Utara yang dikenal sebagai wilayah heterogen. LDII Sumut secara konsisten menanamkan prinsip toleransi kepada para anggotanya agar selalu menghargai perbedaan latar belakang suku, agama, dan ras.

“Cinta tanah air serta menerima adanya keberagaman suku, agama, ras dan budaya di Indonesia menjadi kunci persatuan di Indonesia. Hal ini, terus kami tanamkan bagi warga LDII Sumut,” tutup Hasoloan Simanjuntak secara tegas.

Dengan adanya kunjungan silaturahim ini, diharapkan sinergi antara Polda Sumut dan LDII dapat terus meningkat, sehingga mampu menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Sumatera Utara.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama