Silaturahim Kebangsaan di Wisma Tentram
Kota Kediri kembali menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia melalui kegiatan silaturahim lintas agama yang hangat. Jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri melakukan kunjungan resmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah dalam rangka memperingati momen Idul Fitri. Pertemuan ini menjadi bukti nyata sinergi antara tokoh agama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Kegiatan yang berlangsung di Wiswa Tentram Ponpes Wali Barokah pada Sabtu (21/3) tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh lintas iman. Pertemuan ini tidak hanya sekadar seremoni perayaan hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi wadah diskusi strategis untuk mempererat kerukunan dan kekompakan warga Kediri yang majemuk.
Menjaga Indeks Kota Toleran (IKT)
Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto, menekankan bahwa stabilitas kerukunan di Kota Kediri merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama. Ia menyoroti pentingnya mempertahankan prestasi kota dalam hal toleransi beragama di tingkat nasional.
"Kami warga Kota Kediri selalu menekankan pentingnya menjaga Indeks Kota Toleran (IKT), agar nilai toleransi di Kota Kediri tidak menurun," ujar Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto.
KH. Sunarto menjelaskan lebih lanjut bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab kolektif untuk memastikan nilai-nilai toleransi tidak merosot. Meski saat ini Kediri masih bertengger di posisi 10 besar nasional sebagai kota toleran, pertemuan rutin dinilai menjadi kunci utama untuk terus memupuk rasa kebersamaan tersebut.
"Kami juga mengapresiasi kehadiran para tokoh lintas agama yang sudi mengayubagyo atau ikut berbahagia dalam merayakan lebaran di pondok ini," tutur KH. Sunarto menambahkan.
Filosofi Harmoni FKUB
Wakil Ketua FKUB Kota Kediri, Pdt. Timotius Kabul, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar Ponpes Wali Barokah. Baginya, hubungan yang terjalin selama ini telah menghapuskan sekat-sekat formalitas antarumat beragama.
"Kami sangat berbahagia, di pondok ini sudah seperti rumah kita sendiri. Mari kita jaga keutuhan bersama. Prinsip kita di FKUB jelas jangan membedakan yang sama, dan jangan mempersamakan yang beda. Inilah kunci ukhuwah kita agar bisa bersama-sama menikmati kebahagiaan hari raya, baik itu Nyepi, Paskah, Imlek, maupun Idul Fitri," ungkap Pdt. Timotius Kabul.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling menghormati dan berbagi kebahagiaan di hari raya masing-masing agama.
Komitmen LDII untuk Fondasi Sosial yang Kuat
Senada dengan semangat tersebut, Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, menyambut positif kehadiran para tokoh FKUB. Ia menilai bahwa kunjungan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat fondasi sosial masyarakat Kediri agar tidak mudah goyah oleh isu-isu yang memecah belah.
"Kami di LDII berkomitmen untuk terus membuka pintu komunikasi seluas-luasnya. Kerukunan tidak bisa dibangun dalam sehari, ia harus dipupuk melalui meja makan yang sama dan dialog yang tulus seperti yang kita lakukan hari ini. Inilah modal utama kita membangun Kota Kediri yang lebih Mapan," pungkas Agung Riyanto.
Kunjungan ini diakhiri dengan suasana kekeluargaan yang kental, di mana para tokoh lintas agama sepakat untuk terus menjadikan dialog sebagai jembatan utama dalam menyelesaikan setiap tantangan sosial demi mewujudkan Kediri yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh warganya.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.