Bedah Buku Cendekiawan NU: Mengungkap Rahasia Pendidikan 'Profesional Religius' LDII di Seluruh Nusantara

Bedah Buku Cendekiawan NU: Mengungkap Rahasia Pendidikan 'Profesional Religius' LDII di Seluruh Nusantara

Sistem Pendidikan LDII dalam Sorotan Cendekiawan NU

Jakarta – Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus akademisi Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta, Ahmad Ali MD, secara resmi meluncurkan karya literasi terbarunya. Buku yang bertajuk 'Sistem, Model, dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius, dari Sabang sampai Merauke' tersebut dibedah secara mendalam dalam sebuah forum akademis di Jakarta Selatan.

Karya ini merupakan hasil kajian mendalam mengenai perilaku positif dan nilai-nilai moral yang diterapkan secara konsisten di lingkungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Melalui buku ini, Ahmad Ali membedah bagaimana internalisasi nilai-nilai kebajikan mampu membentuk karakter warga yang selaras dengan tuntutan zaman tanpa meninggalkan akar religiusitasnya.

Objektivitas di Balik Riset Lapangan

Dalam pemaparannya, Ahmad Ali mengungkapkan bahwa ketertarikannya meneliti LDII bermula dari dinamika kontroversial yang ia dengar sejak puluhan tahun silam. Hal tersebut mendorongnya untuk melakukan penelitian langsung guna memahami kondisi sebenarnya secara objektif.

Manusia cenderung memusuhi apa yang tidak mereka ketahui. Prasangka negatif sering kali lahir dari ketidaktahuan. Sebagai orang NU yang awalnya tidak mengenal LDII, saya tidak ingin menjadi musuh bagi siapapun. Saya ingin menjadi kawan dengan cara memahami sistem mereka secara objektif,

Ia menambahkan bahwa kunci utama dari karakter warga LDII terletak pada keseragaman sistem pendidikan yang diterapkan di seluruh Indonesia, mulai dari aspek kesucian (Thoharoh) hingga penerapan 29 Karakter Luhur.

Ternyata, rahasia di balik perilaku positif warga LDII yang saya tulis di buku pertama adalah sistem pendidikan yang diterapkan secara masif dari Sabang sampai Merauke. Mereka memiliki platform yang sama dalam membentuk karakter profesional religius,

Apresiasi dari Pakar Pendidikan Islam

Acara bedah buku ini juga menghadirkan Guru Besar PAI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, KH Dede Rosyada, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap model pendidikan LDII. Menurutnya, LDII telah berhasil mempraktikkan penguatan keterampilan yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Dalam buku jilid kedua ini dijelaskan bahwa pendidikan formal yang dikembangkan memiliki orientasi keterampilan sesuai dengan kondisi lokal, sehingga ketika siswa lulus mereka memiliki bekal kemampuan yang dapat digunakan dalam dunia kerja,

KH Dede Rosyada menilai langkah LDII sejalan dengan semangat 'Merdeka Belajar' yang digagas pemerintah. Ia menekankan bahwa keberhasilan LDII terletak pada kemampuannya membangun budaya keagamaan yang praktis, bukan sekadar teori.

Lebih dari itu, penguatan dimensi agama di LDII tidak sekadar menjadi wacana atau teori, tetapi sudah menjadi kultur dan kebiasaan. Agama itu lahir melalui pembiasaan, dan LDII sukses membangun budaya tersebut,

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan harapan agar kajian mengenai sistem pendidikan dan nilai kebajikan di lingkungan LDII dapat menjadi referensi akademik yang memperkaya ruang dialog mengenai praktik pendidikan keagamaan di Indonesia. Hal ini diharapkan mampu mempererat ukhuwah antarumat beragama demi kemajuan bangsa yang lebih harmonis.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama