Wonosobo – Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat S.Ag, menghadiri sekaligus membuka secara resmi acara MUSDA VII DPD LDII Kabupaten Wonosobo yang diselenggarakan di aula Pondok Pesantren Al-Akbar Jambusari, pada Minggu, 23 November 2025. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peran LDII dalam membangun masyarakat yang religius dan berkarakter.
Dalam sambutannya, Bupati Afif menyampaikan apresiasinya atas kontribusi LDII yang konsisten dalam membangun nilai-nilai keagamaan, sosial, dan kebangsaan di tengah masyarakat. Ia menilai LDII sebagai organisasi yang turut memperkuat fondasi moral dan spiritual umat, sejalan dengan visi Wonosobo yang beriman, sejahtera, dan bermartabat.
Tri Sukses Pembinaan Generus dan Budaya Profesional Religius
Melalui prinsip “Tri Sukses Pembinaan Generus: Alim-Faqih, Akhlakul Karimah, Mandiri”, LDII meneguhkan perannya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam moral dan akhlak.
Dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional dan pelayanan publik yang berkualitas lewat prinsip “Tri Sukses Pembinaan Generus”: Alim- Faqih, Aklakul karimah, Mandiri”, Tagline Profesional Religius, LDII mengembangkan budaya organisasi yang akuntabel, tertib administrasi, dan transparan.
Tagline Profesional Religius menjadi identitas khas LDII yang menekankan keseimbangan antara profesionalisme kerja dan ketakwaan. Prinsip ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan umat.
Komitmen pada Persatuan dan Moderasi Beragama
“LDII menegaskan komitmennya pada persatuan nasional, toleransi, moderasi beragama, dan semangat kebangsaan yang inklusif. Kerukunan antaragama dan harmoni sosial adalah fondasi masa depan Wonosobo dan Indonesia,” ucap H.Amir Ma’ruf.
Pernyataan tersebut menggambarkan semangat LDII yang senantiasa menjaga nilai persaudaraan dan keutuhan bangsa. Di tengah keberagaman masyarakat Wonosobo, LDII hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat nilai moderasi beragama dan harmoni sosial yang berkelanjutan.
Simbolis Pembukaan Musda VII LDII Wonosobo
Acara berlanjut dengan momentum bersejarah ketika Bupati Wonosobo memukul gong sebagai tanda resmi dibukanya Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD LDII Kabupaten Wonosobo. Suara gong yang menggema di aula Pondok Pesantren Al-Akbar Jambusari menjadi simbol semangat baru dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan.
Musda ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi dan program kerja yang relevan dengan tantangan zaman, termasuk penguatan peran generasi muda LDII dalam bidang teknologi, kewirausahaan, serta pembinaan karakter islami.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antar-pengurus, tokoh agama, dan masyarakat untuk menyatukan visi dalam membangun Wonosobo yang damai, maju, dan berdaya saing tinggi.
LDII dan Pemerintah: Sinergi Membangun Negeri
Sinergi antara LDII dan pemerintah daerah terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sosial, lingkungan, dan pendidikan. LDII aktif berperan dalam program penghijauan, gerakan hemat energi, hingga pembinaan keluarga sakinah yang berakhlak mulia.
Bupati Afif Nurhidayat juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam menciptakan Wonosobo yang lebih baik, dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, kerja keras, dan keikhlasan.
MUSDA VII LDII Kabupaten Wonosobo bukan sekadar ajang formal organisasi, tetapi momentum strategis untuk memperkuat pondasi moral dan spiritual umat. Melalui semangat Profesional Religius, LDII berkomitmen menjadi bagian penting dari solusi bangsa—menyebarkan kedamaian, toleransi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Dengan dibukanya Musda ini oleh Bupati Afif Nurhidayat, diharapkan sinergi antara pemerintah dan ormas Islam seperti LDII semakin kokoh, menciptakan Wonosobo yang harmonis, berdaya, dan sejahtera.

