
SANGATTA - Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat sinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kutim melalui audiensi di Sekretariat FKUB, Jalan Hidayatullah, Sangatta Utara, Rabu (5/11/2025). Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama di tengah keberagaman.
LDII Kutim Prioritaskan Sinergitas dengan FKUB
Ketua DPD LDII Kutim, Theo Okta Wirawan, memimpin langsung audiensi tersebut, didampingi jajaran pengurus harian. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Ketua FKUB Kutim, Ismaun Sirmah, beserta sejumlah pengurus FKUB. Suasana pertemuan berlangsung cair, membahas isu-isu strategis terkait kerukunan umat beragama dan peran aktif LDII dalam menjaga kondusifitas Kutim.
“Kami dari LDII Kutim ingin terus berperan aktif dalam mempererat sinergitas dan kerukunan dalam menciptakan suasana yang kondusif, toleran, dan penuh kebersamaan di daerah ini. FKUB adalah mitra strategis kami dalam menjaga kerukunan umat beragama,” tegas Theo.
Apresiasi FKUB terhadap Inisiatif LDII Kutim
Ketua FKUB Kutim, Ismaun Sirmah, mengapresiasi inisiatif LDII Kutim dalam membangun komunikasi yang proaktif. Audiensi ini menjadi yang pertama diterima FKUB Kutim pasca-pelantikan pengurus baru.
“Kami menyambut baik kehadiran LDII Kutim. Komunikasi dan kerja sama seperti ini sangat penting, terutama dalam memperkuat sinergi antarorganisasi keagamaan demi menjaga persatuan di Kutai Timur,” ungkap Ismaun.
Harapan untuk Kerja Sama yang Lebih Erat
Ismaun berharap, audiensi ini menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih erat antara LDII Kutim dan FKUB Kutim. Tujuannya adalah mewujudkan Kutai Timur yang damai, toleran, dan harmonis di tengah keberagaman. Sebagai simbol persahabatan, Theo menyerahkan buku-buku karya penulis dari binaan LDII kepada Ismaun.
"Audiensi ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara LDII Kutim dan FKUB Kutim dalam mewujudkan Kutai Timur yang damai, toleran, dan harmonis di tengah keberagaman," pungkas Ismaun.