Pengajian Akhir Tahun LDII Desa Puhjajar Jaga Remaja dari Pengaruh Negatif


Kediri, (03/1). PAC LDII Desa Puhjajar Kecamatan Papar gelar pengajian Akhir Tahun (AKHTA) di masjid At-Taqwa pada, Minggu, (31/12).

Pengajian yang diikuti oleh 350 peserta terdiri dari pra remaja, remaja, muda-mudi hingga orang tua tersebut, sebagai upaya pengurus LDII Desa Puhjajar menghindarkan remaja dari pengaruh negatif pada malam pergantian tahun.Menurut Ikhwanto, Ketua PAC LDII Desa Puhjajar, menilai kegiatan tersebut sangat positif.

“Ini merupakan wadah kegiatan positif, kami mensyukuri para pengurus yang berusaha menyukseskan acara ini, harapan dari kegiatan ini untuk menghindarkan remaja dari pengaruh negatif,” kata Ikhwanto, Ketua PAC LDII Desa Puhjajar.

Lebih lanjut, KH. Sunarto, Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Kediri yang hadir untuk memantau kegiatan tersebut, menilai kegiatan tersebut sangat positif serta ia mengapresiasi usaha para pengurus yang menyukseskan pengajian AKHTA (Akhir Tahun).

“Pengajian ini untuk mengurangi dampak negatif dari perubahan tahun, kegiatan ini sangat positif, remaja PAC LDII Desa Puhjajar di samping mendapat arahan dan petunjuk juga terutama mengkaji Alquran dan Sunah Rasul, khususnya pada malam ini pengajiannya membahas tentang bahaya narkoba,” kata KH. Sunarto.

Pengajian akhir tahun LDII 2022 ini telah menjadi bagian dari agenda tahunan LDII, di mana dalam 8 bidang pengabdian LDII, salah satunya LDII fokus pada pendidikan karakter profesional religius. Di mana generasi muda LDII menjadi sosok yang memiliki Tri Sukses (ali-fakih, akhlakul karimah dan mandiri).

Program Tri Sukses tersebut menjadi kebanggaan dan harapan para orang tua, sehingga kegiatan positif pengajian akhir tahun mendapat dukungan semua orang tua. Sebagaimana yang disampaikan oleh Atin Supriyono, orang tua remaja LDII, berharap agenda tahunan tersebut dapat terus ditingkatkan.

“Kegiatan muda-muda ini sangat positif, dengan kegiatan ini remaja dan muda-mudi dapat terwadahi, sehingga dapat melaksanakan kegiatan positif, kegiatan ini dapat menjadi contoh remaja saat ini. Harapan kami, kalau bisa diagendakan setiap akhir tahun, sehingga anak-anak ini dapat terarah dan menjadi kebanggaan semua orang,” pungkas Drs. Atin Supriyono.