Siapkan Generasi Emas 2045, DPD LDII Kota Bengkulu Gelar Festival Anak Sholih 2022

Kota Bengkulu (25/12) . Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bengkulu Kembali menggelar acara Festival Anak Sholih (FAS) di Gedung Serba Guna DPD LDII Kota Bengkulu, pada Minggu (25/12). Acara tersebut dibuka oleh H,Sajiman, Dewan Penasehat DPD LDII Kota Bengkulu.

Dalam sambutannya ia menjelaskan bahwa sebelum terjadinya pandemi covid 19, LDII Kota Bengkulu secara rutin telah mengadakan FAS. “Setelah vakum selama 2 tahun, akhirnya di tahun 2022 ini, kita bisa mengadakan FAS,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa FAS ini merupakan salah satu program unggulan LDII dalam mendidik generasi mudanya untuk menjadi generasi sholih yang profesional religius memiliki tri sukses generus, yaitu alim fakih, akhlakul karimah dan mandiri.

“Anak sholih ini adalah amal jariyah yang menjadi tabungan kita di akhirat, maka wajib bagi kita semua untuk selalu mendidik anak-anaknya,” tuturnya.

“Maka tentu selanjutnya disertai dengan usaha dan doa orang tua kepada anak – anaknya, sebab doa orang tua kepada anaknya adalah salah satu doa yang mustajabah,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia FAS 2022, Erik Rahman Hidayat mengatakan acara tersebut digelar 2 hari 24 -25 Desember 2022 dan diikuti 350 peserta dengan 17 jenis lomba, diantaranya lomba hafalan doa-doa, lomba hafalan asmaul husna, lomba hafalan surat pendek, lomba praktek ibadah, lomba adzan dan iqomah, lomba tartil alquran, lomba nasehat, lomba Kemandirian, lomba yel yel, lomba Pencaksilat, lomba pengetahuan tata krama, lomba khotbah, lomba peramutan jenazah, lomba sepak bola mini, lomba praktek kemandirian dll.

“Diharapkan dengan dengan kegiatan ini, mereka menunjukan kemampuan dan ketrampilan mereka, dimana para pengurus dapat mengevaluasi sejauh mana pembentukan karakter dan keilmuan pada masing-masing majelis taklimnya,” harapnya.

Selanjutnya, Ketua LDII Kota Bengkulu, H.Mijo menegaskan bahwa ormas yang baik, selalu memiliki sistem pengkaderan yang baik pula. Menurutnya, ormas-ormas dapat berkualitas apabila generasi mudanya dibentuk atau dikader dengan baik guna menyiapkan Genersi Emas 2045.

“Tidak akan serta merta menjadi baik tanpa ada pembinaan sejak kecil, dengan demikian kader ini sudah terpola sejak awal, sehingga pengkaderan organisasi dari generasi yang berkualitas akan lancar dan tidak terhambat,” ujarnya.

“Semoga dengan diadakan kegiatan ini mencetak kader LDII yang berkualitas untuk pengembangan organisasi di masa mendatang,” pungkasnya.