Raker LDII Banten, Wakil Kejaksaan Tinggi Berikan Apresiasi Jargon Jaksa Sahabat LDII


Banten (27/12). DPW LDII Provinsi Banten menggelar Konsolidasi dan Rapat Kerja yang berlangsung di Gedung Serba Guna Ponpes Al-Muswwa, Kramatwatu, Serang Banten.

Pada pembukaan kegiatan tersebut, Dewan Penasihat LDII Banten KH. Agung Hario Ontoseno sekaligus sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Musawwa menerangkan, dalam menyukseskan program kerja yang dirancang perlu kerjasama setiap DPD Kota/Kabupaten.

“DPD Kota/Kabupaten hingga ke jajaran paling bawah di tingkat PC/PAC adalah posisi yang paling bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga program-program yang dicanangkan DPW nantinya dapat terealisasi dan terasa manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar KH. Agung.

Hadir dalam acara tersebut narasumber dari Wakil Kejaksaan Tinggi Banten, H. Marang SH. MH. Ia mengapresiasi inisiatif LDII untuk menyelenggarakan acara Konsolidasi tersebut, dan sekaligus memuji jargon “Jaksa Sahabat LDII”.

Dalam paparannya. H. Marang memaparkan tentang Restorative Justice (Keadilan Restoratif). Keadilan Restoratif adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait. Untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan.

“Kondisi Lapas di Banten saat ini sudah penuh. Over kapasitas. Untuk itulah ada Restorative Justice,” ucapnya.

Sementara itu Ketua LDII Banten H. Dimo Tono Sumito dalam paparannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan agar memperkuat dan meningkatkan kontribusi LDII terutama kepengurusan DPW LDII masa bakti 2022-2027 untuk melaksanakan amanat Muswil V Tahun 2022 lalu.

“Dampak dari pandemi, gerakan organisasi pasca muswil V lalu menjadi sedikit terbatas sebab fokus kita teralihkan untuk memberikan edukasi serta pemulihan bagi warga LDII dan masyarakat akan musibah covid-19 ini.

Alhamdulillah akhir tahun ini pandemi sudah mulai terkendali sehingga kami perlu menggelar konsolidasi dan musyawarah demi menjemput pengabdian yang tertunda beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Dalam penyusunan proker kali ini, cukup banyak kegiatan yang menyasar pada generasi muda binaan LDII juga para akademisi.

“Harapannya, dengan adanya riset yang terukur serta jiwa pengabdian bila dikombinasikan, dapat memberikan peluang penghidupan yang lebih sejahtera bagi banyak orang,” tambahnya.

Mengenai orientasi program kerja tahun 2023 ini Dimo mengatakan, selain mengacu pada 8 kluster pengabdian LDII untuk bangsa, juga secara eksplisit dilaksanakan pada tingkatan grass root, seperti misalnya pembinaan kelompok tani.

Dalam konsolidasi ini, hadir Dewan Penasehat, Ketua dan Wakil Ketua, Pengurus Harian, dan seluruh Anggota Biro Pengurus DPW LDII Banten yang saat ini berjumlah 92 Orang.

Kegiatan ini berlangsung secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (kim)