Pelajar dan Mahasiswa Bantul Praktek Manasik Haji

LDII DIY YOGYAKARTA (PPPM) Baitussalam Yogyakarta, salah satu PPPM binaan LDII mengadakan kegiatan manasik haji di Bumi Perkemahan (Buper) Dewaruci, S


YOGYAKARTA, LDII. Pembinaan terhadap generasi muda mutlak harus dilakukan secara berkesinambungan.  Jargon LDII "Profesional Religius" adalah upaya mewujudkan generasi muda yang alim/fakih, berakhlakulkarimah, serta mandiri.

Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitussalam Yogyakarta, salah satu PPPM binaan LDII mengadakan kegiatan manasik haji di Bumi Perkemahan (Buper) Dewaruci, Sanden, Bantul. Acara ini diikuti oleh seluruh santri dan pengurus PPPM Baitusalam, Minggu (20/3/2022).

Manasik haji merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh PPPM Baitussalam dalam rangka mempraktikkan ilmu yang sudah didapatkan para santri, khususnya mengenai haji dan umrah. Sebelum proses manasik haji dilakukan, para santri diberi penjelasan secara singkat mengenai tata cara haji dan umrah oleh guru mereka.

Haji dan umroh merupakan salah satu materi yang sulit dipahami jika tidak dipraktikkan secara langsung. Bermula dari hal tersebut, para santri memiliki keinginan untuk bisa lebih memahami praktik haji dan umrah yang sebenarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan manasik haji, para santri sangat bersyukur karena mereka akhirnya bisa mempraktikkan ilmu yang sudah dikajikan, “Bersyukur sekali diberi kesempatan bisa praktik manasik haji secara langsung. Setidaknya memiliki gambaran kurang lebih praktik haji dan umrah yang sebenarnya. Karena jujur, belajar materinya saja masih belum terlalu paham, masih bingung, tapi ternyata setelah dipraktikkan tidak serumit materi yang kita kaji atau pelajari,” kata Nandia, salah satu santri putri PPPM Baitussalam.

Selain itu, untuk mendukung tercapainya pemahaman para santri tersebut, proses manasik haji dilaksanakan di Buper Dewaruci karena fasilitasnya yang sudah lengkap. Selain miniatur, di Buper Dewaruci terdapat maqam Ibrahim, area sa’i, musdzalifah, tiga tugu jumrah, dan tempat-tempat lain yang sudah dirancang mirip dengan kondisi dan letak ka’bah yang sebenarnya.

Lengkapnya fasilitas yang terdapat di Buper Dewaruci ini sangat membantu para santri dalam memahami tata cara dan urutan haji yang sebenarnya. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan dapat mentransfer kembali ilmunya dengan baik dan benar sesuai tuntunan Alquran dan Alhadis.

Usai manasik, para santri mengunjungi pantai yang berada tak jauh dari lokasi Buper Dewaruci. Kegiatan tersebut merupakan salah satu acara yang ditunggu-tunggu para santri mengingat selama pandemi aktivitas di luar pondok sangat dibatasi.

“Senang Alhamdulillah bisa refreshing ke pantai setelah sekian lama tidak bisa keluar lantaran pandemi. Sekarang diberi kesempatan bisa mencari ilmu sekaligus liburan dengan suasana yang berbeda. Rindu untuk pulang ke rumah dan liburan bersama keluarga setidaknya sedikit terobati dengan adanya kegiatan ini. Alhamdulillah dengan kegiatan ini juga rasa kekeluargaan di antara para santri menjadi lebih kental dan menjadi lebih dekat antara satu dengan yang lain,” kata Nandia lagi.

0 Komentar