Teddy Suratmadji, Aksi Tanam Pohon jadi Amal Jariyah Selama ia Tumbuh

teddy suratmadji 

JAKARTA, LDII. Sebagai sumber kehidupan, pohon penghasil oksigen, penyerap karbon dioksida dan penyimpan air tanah. Pepohonan dapat juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui hasil panen yang didapat dalam bentuk buah-buahan dan produk lainnya. 

Baca juga : Ben Kasyafani di Gerakan LDII Tanam Pohon, Kita Jangan Jadi Polusi Tapi Harus Menjadi Solusi (ldiisampit.or.id)

Ketua DPP LDII Dr. Ir. H. Teddy Suratmadji, M.Sc. menyampaikan hal tersebut dalam "Gerakan LDII Tanam Pohon & Webinar" bertema “Pohon sebagai Sumber Kehidupan dan Penghidupan”. Kegiatan ini bekerja sama dengan Ponpes Minhaajurrosyidin, STAIMI (Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurrosyidiin), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, MUI (Majelis Ulama Indonesia) DKI Jakarta  Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, dan Yayasan Inspirasi Keluarga KeSEMaT (IKAMaT) pada Minggu, 12 Desember 2021.

LDII ingin membantu masyarakat dan pemerintah dalam usaha mengkonversi buah-buahan langka dari Betawi yang saat ini mulai sulit ditemukan. Pohon-pohon tersebut di antaranya pohon bisbul, pohon menteng, dan lain-lain. Di hari yang sama pohon-pohon tersebut akan ditanam bersama, dipelihara sampai berbuah hingga menjadi sumber penghidupan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Menyitir sebuah hadits dari Anas bin Malik, "Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tanaman, kemudian tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia, atau binatang, melainkan menjadi shodaqoh baginya. Harapannya,  aksi tanam pohon ini juga dapat menjadi amal jariyah selama pohon itu tumbuh, berbuah dan dimakan," kata Teddy.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan & Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, yang diwakili oleh Kasudin KPKP Jakarta Timur Ali Nurdin membuka webinar secara resmi. “KPKP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan penanaman pohon dan webinar ini, karena di Jakarta banyak tanaman langka yang bagus mutu dan kualitasnya sehingga perlu dilestarikan,” ujar Ali.


teddy suratmadji


Ali menjelaskan bahwa pohon sebagai sumber kehidupan, dapat menghasilkan oksigen 130 kg dalam setahun. Pohon sebagai sumber penghidupan, baik tanaman pelindung maupun produktif sangat bermanfaat bagi kita semua.


Dalam webinar tersebut, Ketua Harian Yayasan Ponpes Minhaajurrosyidiin KH.Asy'ari Akbar turut menyampaikan sambutan selamat datang saat mengawali acara tersebut.


“Alhamdulillah kami sangat bersyukur bahwa pondok ini ditunjuk oleh DPP LDII sebagai lokasi gerakan menanam pohon. Ini sangat sejalan dengan apa yang sudah kami lakukan. Di samping ada pendidikan, salah satu yang kita tanamkan adalah peduli lingkungan. Ada tempat pengelolaan sampah terpadu sehingga zero waste, tidak berbekas, juga upgrade sampah menjadi aset, dan urban farming,” ujar Asy’ari.




Ia berharap selain kompeten dalam ilmu agama, anak didik dan santri-santri Ponpes Minhaajurrosyidin saat keluar dari pondok nanti setidaknya memiliki keahlian skill yang berkaitan dengan peduli lingkungan.


Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan & Pertanian DKI Jakarta, Kepala Dinas Pertamanan & Hutan Kota DKI Jakarta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Kakanwil Kemenag DKI Jakarta. Hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan DKI, Kepala BPDAS Ciliwung Citarum, Ketua PHDI DKI Jakarta, Ketua MATAKIN DKI Jakarta, Ketua PGI DKI Jakarta, Ketua KWI DKI Jakarta, Ketua Walubi DKI Jakarta, Ketua DPD LDII Kota se-DKI Jakarta dan Camat Cipayung. (Nisa/LINES)

0 Komentar