LDII BANYUWANGI.  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi terus berupaya menanamkan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, khususnya para generasi muda. Kali ini roadshow pendidikan dan pengembangan wawasan kebangsaan dilakukan bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi. Bertempat di Aula TPQ Al Hikmah Pondok Artoyan Jajag , Selasa (28/9/2021).


Sekretaris Bakesbangpol Banyuwangi, Mokh. Salehuddin mengatakan, wawasan kebangsaan sangat diperlukan sebagai upaya meningkatkan kualitas kebangsaan. “Agar semangat nasionalisme dan kebangsaan khususnya di kalangan generasi muda tidak memudar,” ungkapnya. Dia menyebut, selain menggandeng LDII pihaknya juga bekerjasama dengan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Banyuwangi.


Kegiatan itu diharapkan terus merawat pemahaman wawasan kebangsaan bagi masyarakat Banyuwangi. Anggota PPWK Banyuwangi KH Moh Yamin mengungkapkan, menyikapi kondisi saat ini, sebagai bangsa yang disatukan karena perbedaan, nilai-nilai wawasan kebangsaan merupakan syarat mutlak yang harus dijaga dan dikuatkan demi kokohnya NKRI. “Perlu terus kita pelihara, komitmen saling menghargai dan menghormati pada perbedaan kultur, budaya dan pendapat, hal itu akan berbuah pada kedamain,” tegas Ketua MUI Banyuwangi ini.


Roadshow PPWK di LDII, Yulis Setiyo Puji Rahayu menambahkan, pihaknya yakin pemuda LDII sudah dapat memahami wawasan kebangsaan dengan baik. “Saya yakin pemuda LDII sudah memahami wasbang dengan baik, ayo bersama sama kami perankan generasi muda membangun bangsa,” ucap Yulis. Sementara Ketua DPD LDII Banyuwangi H. Astro Junaedi mengungkapkan, melalui organisasi, pemuda dan generasi muda LDII siap bekerjasama dengan berbagai pihak. “Kami siap bergotong royong memberikan peran yang lebih besar untuk mengawal jalannya pembangunan nasional,” tandasnya. Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh partai politik diantaranya, Maftuha Kiswa dari Hanura, Oktavianus Bali Suki dari Partai Golkar, dan Yulis Setiyo Puji Rahayu dari Demokrat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama