LDII Bandung Gelar Khitanan Masal di Tengah Pandemi

LDII BANDUNG. Untuk membantu warga masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bandung menggelar khitanan massal di Pesantren Mahasiswa Minhajul Haq Jln. Bijaksana, Kota Bandung, Minggu, 26 September 2021.

Khitanan ini untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Bandung ke-211, LDII Kota Bandung dengan tajuk “LDII Peduli di Masa Pandemi”.

Khitanan massal ini diikuti oleh 45 orang anak usia 5 – 12 tahun yang berdomisili di wilayah Kota Bandung. Peserta Khitanan Massal mendapatkan satu paket pakaian muslim, bolu sunat, dan uang kadeudeh.

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian LDII kepada masyarakat yg membutuhkan sehubungan dgn terjadinya pandemi sejak hampir dua tahun lalu dan seiring dengan melemahnya ekonomi.

Ketua DPD LDII Kota Bandung, H. Edi Sunandar mengatakan banyak masyarakat kita yang hampir lupa bahwa anak-anaknya harus dikhitan terutama yg menjelang usia baligh sebagai syarat sah diterima shalatnya.

Kegiatan khitanan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung H. Yana Mulyana, S.E. dan diisi tausiyah dari Ketua Umum MUI Kota Bandung Prof. Dr. KH. Miftah Faridl.

Pelaksanakan pembukaan Khitanan Massal ini disiarkan secara langsung (Live Streaming) di Youtube LINES TV. Acara diikuti oleh Pimpinan Cabang LDII di seluruh Kecamatan secara online melalui akun zoom meeting.

Menurut Edi, di saat pandemi ini harus saling bantu dan meringankan beban masyarakat.

“Alhamdulillah LDII Kota Bandung masih bisa memberikan bantuan agar anak-anak yang belum dikhitan dapat menjalankan kewajiban yang dicontohkan Nabi Ibrahim ini,” katanya.

Sedangkan KH. Miftah Faridl menjabat Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jabar sekaligus ketua Yayasan Unisba menyatakan, syariat khitan sudah lama dipraktekkan oleh Nabi Ibrahim (Millah Ibrahim) yang diikuti sampai umat Nabi Muhammad saat ini.

“Banyak hikmah dan manfaat khitan ini terutama dalam urusan ibadah mahdhah khususnya shalat,” Tutupnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama