TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masih ingat Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Tembalang RT 6 RW 26 yang jadi langganan banjir?

Belum lama ini, ribuan orang yang terdiri atas warga perumahan, Organisasi Keagamaan LDII dan aparat TNI bekerja sama mencari solusi mencegah banjir.

"Kalau dari pembronjongan pinggir sungai babon sudah dilakukan oleh pemerintah,kami berterima kasih," kata ketua RW 26,Winarno dalam keterangan yang diterima tribun, Rabu (19/4/2017).


Setiap kali hujan deras sungai Babon meluap hingga ke perumahan hingga 1,5 meter.

Para warga sudah melaporkan pengembang ke pihak kepolisian dan dikabarkan saat ini melarikan diri.

Warga sudah meminta pemerintah kota untuk membantu mulai dari permintaan relokasi hingga meminta penguatan tanggul.

Ia mengatakan pemerintah kota Semarang sudah membuat bronjong sepanjang 25 meter.

Menurutnya, bronjong sepanjang itu masih kurang karena bantaran sungai yang perlu dibronjong mencapai 150 meter.

Ia juga berharap pemerintah kota menguatkan tanggul di sungai yang selalu meluap tiap kali hujan deras itu.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng LDII dan TNI untuk menanam 2.000 bibit pohon dalam acara Go Green minggu lalu.

Ketua panitia, Yenuarso menyebutkan bibit tanaman berupa pohon keras mulai dari jati,sengon dan mahon.


Ia menjelaskan penanaman ribuan pohon itu dilakukan di pinggir sungai babon.

"Tujuannya jelas, paling tidak tanaman-tanaman tersebut bisa untuk mengikat air. Selain itu juga bisa jadi pemecah gelombang saat air meluap," ucapnya.

Wali Kota Semarang,Hendrar Prihadi mengapresiasi inisatif LDII dan TNI yang memelopori penghijauan di daerah banjir.

Ia berharap ada unsur masyarakat lain yang juga berperan aktif mengurangi resiko banjir kota Semarang. (*)



Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Cegah Banjir, Warga Perumahan Dinar Indah Gandeng LDII dan TNI Tanam Jati di Pinggir Sungai, http://jateng.tribunnews.com/2017/04/19/cegah-banjir-warga-perumahan-dinar-indah-gandeng-ldii-dan-tni-tanam-jati-di-pinggir-sungai?page=all.

Editor: Catur waskito Edy