Membentuk Karakter Tangguh di Akhir Zaman, LDII Jakarta Selatan Sukses Gelar Perkemahan Permata CAI di Bogor

Membentuk Karakter Tangguh di Akhir Zaman, LDII Jakarta Selatan Sukses Gelar Perkemahan Permata CAI di Bogor
foto: ilustrasi
  • BOGOR – Ratusan generasi muda dari DPD LDII Jakarta Selatan berkumpul di kawasan asri Villa Ratu, Bogor, Jawa Barat, untuk mengikuti gelaran Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI). Kegiatan intensif yang berlangsung selama dua hari mulai Sabtu (11/07/2026) ini dirancang khusus untuk menempa kemandirian serta karakter luhur para pemuda di tengah dinamika tantangan zaman yang kian kompleks.

    Mengusung spirit “Amal Sholih Riang Gembira, Kita Siap Berjuang”, agenda tahunan ini bukan sekadar ajang berkumpul biasa. Fokus utamanya adalah membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai ibadah dan amal saleh yang dikemas secara edukatif namun tetap menggembirakan. Melalui pendekatan ini, diharapkan setiap bentuk pengabdian agama tidak lagi dirasakan sebagai beban moral yang berat, melainkan sebuah kebutuhan spiritual yang dijalankan dengan ketulusan hati.

    Filosofi Riang Gembira dalam Beribadah

    Ketua Pelaksana Permata CAI, Ariel Luthfi, mengungkapkan bahwa pemilihan tema tahun ini didasari oleh realitas psikologis generasi muda saat ini. Menurutnya, kegembiraan adalah kunci stabilitas mental dalam menjalankan rutinitas keagamaan maupun sosial.

    “Tema ini kami pilih karena dalam melancarkan kegiatan dan aktivitas sehari-hari, kita perlu melaluinya dengan cara riang gembira agar prosesnya tidak menjadi beban, di mana seluruh amal sholih tersebut merupakan bentuk perjuangan dalam agama,” ujar Ariel.

    Selama perkemahan, para peserta disuguhkan dengan kurikulum pembinaan yang komprehensif. Salah satu materi inti yang disampaikan adalah penguatan 29 Karakter Luhur. Materi ini tidak hanya diberikan dalam bentuk ceramah searah, melainkan dipadukan dengan berbagai aktivitas luar ruang (outbound) yang menantang ketangkasan fisik serta kerja sama tim.

    Strategi Mengatasi Kendala Ibadah Generasi Z

    Selain aspek fisik dan teori, panitia juga memfasilitasi ruang diskusi kritis melalui Focus Group Discussion (FGD). Dalam sesi ini, para pemuda didorong untuk membedah berbagai kendala ibadah yang sering mereka temui di lingkungan masing-masing, mulai dari tekanan pertemanan hingga keterbatasan waktu di tengah kesibukan pendidikan dan pekerjaan.

    Antusiasme tinggi tampak menyelimuti setiap sesi, didukung oleh metode penyampaian materi yang interaktif. Pengurus Penggerak Pembina Generus (PPG) Jakarta Selatan, Mudhori, menekankan bahwa karakter luhur adalah benteng pertahanan terakhir bagi moralitas pemuda.

    “Pembentukan karakter luhur adalah dasar bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan akhir zaman, menjaga akhlak mulia, serta menjadi pribadi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,” ucap Mudhori dengan penuh penekanan.

    Mudhori menaruh harapan besar agar nilai-nilai kedisiplinan, tenggang rasa, dan daya juang yang diasah selama di Bogor dapat diimplementasikan secara nyata saat mereka kembali ke lingkungan sosial masing-masing.

    Testimoni Peserta: Membangun Etos Kerja dan Kejujuran

    Manfaat nyata dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh Nurkholis, salah satu peserta yang hadir. Baginya, pemaparan mengenai 29 Karakter Luhur memberikan perspektif baru tentang pentingnya integritas di dunia nyata.

    “Melalui kegiatan ini kami dilatih menghargai waktu dan bertanggung jawab. Ini menjadi sarana efektif dalam pembinaan generus sekaligus peramutan warga LDII. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih bermanfaat dengan menjadi teladan kedisiplinan di lingkungan masyarakat,” tutur Nurkholis.

    Nurkholis menambahkan bahwa nilai-nilai seperti jujur, amanah, dan disiplin sangat relevan untuk dipraktikkan, baik saat berada di rumah, lingkungan kampus, hingga di tempat kerja profesional.

    📖 Glosarium Istilah

    • Permata CAI: Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia, agenda rutin tahunan LDII untuk pembinaan generasi muda di alam terbuka.
    • 29 Karakter Luhur: Seperangkat nilai moral dan etika yang diajarkan dalam kurikulum pembinaan LDII untuk membentuk pribadi yang profesional sekaligus religius.
    • PPG (Penggerak Pembina Generus): Badan atau tim yang bertanggung jawab dalam merencanakan dan melaksanakan program pembinaan generasi penerus di lingkungan LDII.
    • FGD (Focus Group Discussion): Teknik diskusi terarah yang digunakan peserta untuk bertukar pikiran dan mencari solusi atas masalah tertentu secara kolektif.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.