Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) terus menunjukkan komitmennya dalam merajut ukhuwah Islamiyah serta memperkokoh sinergisitas antar-lembaga keagamaan di tanah air. Upaya ini diwujudkan melalui penerimaan kunjungan delegasi pemangku asas umat Islam dari Kabupaten Sumedang yang berlangsung dengan penuh keakraban di Jakarta dan Bandung.
Rombongan yang terdiri dari jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumedang, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tersebut, melakukan rangkaian kunjungan resmi pada 2-3 Juni 2026. Tidak hanya itu, berbagai elemen organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terkemuka seperti PC Nahdlatul Ulama, PD Muhammadiyah, PD Persis, PC Syarikat Islam, PD Al Jam'iyatul Washliyah, dan PD Persatuan Ummat Islam (PUI) turut serta dalam agenda penting ini.
Menjembatani Dialog dan Menghapus Stigma
Agenda kunjungan ini mencakup dua lokasi utama, yakni kantor DPP LDII dan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin di Jakarta. Selama perjalanan tersebut, delegasi didampingi oleh pengurus DPW LDII Jawa Barat. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan ruang dialog untuk menghadapi tantangan kompleks dalam pembinaan umat di tengah arus modernisasi yang kian kencang.
Wakil Sekretaris DPW LDII Jawa Barat, Fadel Abrori, mengungkapkan bahwa keterbukaan informasi dan pertemuan tatap muka menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas antar-ormas. Ia menekankan pentingnya proses tabayun untuk meluruskan berbagai pandangan yang selama ini berkembang di ruang publik.
"Dengan adanya kunjungan ini, insya Allah bisa ditemukan titik temu dan membuka peluang kerja sama yang bisa dilaksanakan ke depannya. Sinergi ini untuk memperkuat kontribusi kepada bangsa dan negara," ujar Fadel Abrori.
Membangun Kebersamaan di Atas Perbedaan
Harmoni yang tercipta dalam pertemuan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari para tokoh agama Kabupaten Sumedang. Ketua Umum MUI Kabupaten Sumedang, KH R. M. Anwar Sanusi, memberikan catatan penting mengenai betapa krusialnya menjaga komunikasi yang berkelanjutan di tengah keberagaman latar belakang organisasi.
Baginya, perbedaan wadah organisasi bukanlah tembok pemisah, melainkan kekayaan yang harus dikelola demi kepentingan yang lebih besar, yakni persatuan bangsa dan kesejahteraan umat.
"Silaturrahim seperti ini sangat penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, maka berbagai persoalan umat dapat diselesaikan melalui dialog dan kerja sama yang konstruktif," tegas KH R. M. Anwar Sanusi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Sumedang, Usep Aziz Solehuddin, menegaskan bahwa pihaknya siap menerjemahkan visi sinergi ini ke dalam program-program nyata di tingkat daerah. LDII Sumedang berkomitmen penuh untuk mengadopsi pola silaturahim yang telah dirintis oleh tingkat pusat dan wilayah demi kemaslahatan masyarakat Sumedang.
"Melalui silaturrahim ini, kita bangun terus silaturrahim dan sinergi dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan pembinaan generasi muda," tutur Usep Aziz Solehuddin.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan peran tokoh agama dan pemerintah dalam menyokong pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai religius dan semangat kebangsaan yang inklusif.
Glossary Berita
- Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan yang tumbuh di antara sesama umat Islam.
- Tabayun: Tindakan mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya (klarifikasi).
- Sinergisitas: Bentuk dari sebuah proses atau interaksi yang menghasilkan suatu keseimbangan yang harmonis.
- Ormas: Organisasi Kemasyarakatan yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela.
- FKUB: Forum Kerukunan Umat Beragama, wadah dialog tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga kerukunan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.