Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Sesuai Syariat
Menjelang Idul Adha 1447 H, masyarakat mulai mempersiapkan pembelian hewan kurban. Pemilihan hewan yang tepat penting agar ibadah kurban sah secara syariat dan memenuhi standar kesehatan.
Dalam sebuah kegiatan di Pondok Pesantren Wali Barokah pada 3 Mei 2026, KH Lukman Hakim dari Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri menyampaikan beberapa tips praktis.
“Jika ada pilihan sapi yang tinggi dan yang panjang, pilih yang badannya panjang karena umumnya memiliki daging lebih banyak.”
Perlu dicatat bahwa pernyataan ini merupakan pertimbangan praktis, bukan ketentuan syariat.
🕌 Kriteria Hewan Kurban Sesuai Syariat
Dalam fiqih Islam, hewan kurban harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya:
- Cukup umur (sapi minimal 2 tahun)
- Tidak cacat (tidak buta, pincang, atau sakit parah)
- Dalam kondisi sehat
Ketentuan ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW tentang larangan berkurban dengan hewan cacat.
🐄 Kriteria Kesehatan Hewan (Medis)
Menurut pedoman dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, hewan kurban yang sehat memiliki ciri:
- Mata cerah dan bersih
- Nafsu makan baik
- Tidak menunjukkan gejala penyakit
- Bulu tampak bersih dan tidak rontok berlebihan
Selain itu, hewan sebaiknya memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari petugas berwenang.
📌 Kesimpulan
Pemilihan hewan kurban perlu mempertimbangkan dua aspek:
- Syariat → menentukan sah atau tidaknya kurban
- Kesehatan & kualitas → memastikan hewan layak dan aman
Tips dari praktisi dapat membantu, namun tetap perlu dilengkapi dengan rujukan syariat dan standar kesehatan resmi.
