Langkah Strategis Perkuat Kedaulatan Pangan: Presiden RI Sambangi Bumi Wali
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melaksanakan kunjungan kerja krusial ke Kabupaten Tuban pada Sabtu, 16 Mei, untuk memimpin langsung agenda Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II. Berpusat di Dusun Bribin, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, kehadiran Kepala Negara disambut hangat oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Bupati Tuban, Komandan Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ), serta Kapolres Tuban. Agenda ini bukan sekadar seremoni pertanian, melainkan manifestasi nyata dari upaya penguatan kedaulatan pangan nasional yang melibatkan kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah pusat, daerah, dan institusi keamanan.
Kabupaten Tuban dipilih bukan tanpa alasan. Wilayah yang dikenal dengan julukan Bumi Wali ini dinilai memiliki potensi agraris yang sangat strategis dalam menopang stok pangan regional maupun nasional. Dalam kegiatan ini, Presiden didampingi oleh Kepala Kepolisian RI, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bersama jajaran kementerian terkait dan kelompok tani setempat. Panen raya kali ini menyasar lahan perhutanan sosial seluas 101,5 hektare yang dikelola secara kolaboratif oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Kelompok Tani Hutan (KTH), termasuk KTH Wonolestari, LMDH Jenggolo Manik, dan LMDH Wono Mulyo, serta pemanfaatan lahan milik PT Semen Indonesia.
Apresiasi dan Dukungan LDII Tuban Terhadap Keberlanjutan Pangan
Turut hadir dalam momentum penting tersebut, Wakil Ketua DPD LDII Tuban, Ahmad Basori. Kehadirannya menjadi simbol dukungan ormas keagamaan terhadap program-program pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Basori menekankan bahwa stabilitas pangan adalah fondasi utama bagi masyarakat untuk dapat menjalankan aktivitas sosial dan keagamaan dengan tenang.
“Ketersediaan pangan yang terjaga akan mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat di berbagai sektor. Oleh karena itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan, menjadi bagian dari upaya menjaga produksi dan distribusi pangan,” urai Ahmad Basori saat memantau jalannya panen raya.
LDII melihat sinergi antara pengelolaan lahan hutan sosial dengan produktivitas pertanian sebagai solusi jitu untuk memberdayakan ekonomi lokal sekaligus menjaga ekosistem lingkungan. Keterlibatan LMDH dalam mengelola lahan ratusan hektare tersebut membuktikan bahwa masyarakat desa hutan mampu menjadi aktor utama dalam rantai pasok pangan nasional jika diberikan akses dan pendampingan yang tepat.
Implementasi Program Makan Bergizi Gratis untuk Generasi Unggul
Selain fokus pada sisi produksi melalui panen jagung, perhatian LDII Tuban juga tertuju pada program hilirisasi pangan pemerintah, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut LDII, produktivitas pertanian yang tinggi di daerah seperti Tuban harus mampu dikonversi menjadi perbaikan gizi masyarakat secara merata. Basori berharap manajemen distribusi program ini dapat dipantau secara ketat agar tidak terjadi kebocoran dan benar-benar menjangkau kelompok rentan.
“Pemenuhan gizi menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang sehat. Program MBG perlu dikelola dengan baik agar tepat sasaran,” tegas Ahmad Basori menutup pernyataannya.
Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum yang menjaga kelancaran distribusi, serta dukungan dari ormas seperti LDII diharapkan dapat menciptakan ekosistem ketahanan pangan yang tangguh. Keberhasilan panen raya di lahan perhutanan sosial Tuban ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam memanfaatkan lahan tidur demi kepentingan kedaulatan pangan bangsa.
Glossary Istilah Berita
- Panen Raya: Pemungutan hasil pertanian yang dilakukan secara besar-besaran di suatu wilayah pada musim panen.
- Ketahanan Pangan: Kondisi terpenuhinya pangan bagi negara hingga perseorangan, yang tecermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya.
- Perhutanan Sosial: Sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat oleh masyarakat setempat untuk kesejahteraan.
- LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan): Organisasi masyarakat di sekitar hutan yang bermitra dengan pihak terkait (seperti Perhutani) dalam pengelolaan hutan.
- Makan Bergizi Gratis (MBG): Program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pemberian asupan nutrisi seimbang kepada siswa dan kelompok target lainnya.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.