Update Haji 2026: 30.611 Jemaah Indonesia Tiba di Madinah, Kemenhaj Pastikan Pelayanan Optimal

Update Haji 2026: 30.611 Jemaah Indonesia Tiba di Madinah, Kemenhaj Pastikan Pelayanan Optimal

MADINAH — Operasional ibadah haji 1447 H/2026 M kini telah memasuki hari ketujuh dengan catatan kedatangan jemaah yang terus meningkat secara signifikan di Kota Madinah. Berdasarkan laporan terbaru hingga Minggu pukul 24.00 WIB, sebanyak 30.611 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam 78 kelompok terbang (kloter) telah menginjakkan kaki di Tanah Suci dan langsung mendapatkan penanganan pelayanan terpadu dari petugas haji.

Angka tersebut merupakan bagian dari total 34.657 jemaah yang telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di tanah air. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Maria Assegaff, menegaskan bahwa seluruh alur kedatangan di bandara hingga mobilisasi menuju penginapan berlangsung tertib sesuai protokol yang ditetapkan.

“Setibanya di bandara, jemaah langsung diarahkan menuju hotel yang telah disiapkan, dengan prioritas bagi lansia, disabilitas, dan kelompok rentan,” ujar Maria Assegaff dalam keterangan resminya, Senin (27/4).

Distribusi Layanan dan Fasilitas Kesehatan

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada aspek kesehatan jemaah mengingat fluktuasi cuaca dan kondisi fisik jemaah yang bervariasi. Hingga laporan ini diturunkan, sebanyak 906 jemaah telah mendapatkan layanan rawat jalan, sementara 25 jemaah lainnya harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Di tingkat rumah sakit setempat di Arab Saudi, terdapat 30 jemaah yang mendapatkan perawatan intensif, dengan 24 orang di antaranya masih menjalani masa pemulihan.

Untuk mendukung energi jemaah dalam beribadah, aspek katering dikelola secara masif melalui 23 dapur yang beroperasi di Madinah. Sebanyak 213.967 boks makanan telah didistribusikan kepada jemaah secara berkala.

Di sisi akomodasi, Maria mengungkapkan bahwa layanan telah menjangkau 29.925 jemaah yang menempati 38 hotel di kawasan strategis Markaziah. Lokasi ini sengaja dipilih karena posisinya yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi, guna memudahkan jemaah menjalankan ibadah Arbain.

Imbauan Keamanan dan Penanganan Kendala Teknis

Menanggapi aktivitas ibadah yang padat, Maria mengimbau jemaah agar tetap waspada dan tidak terburu-buru kembali ke pemondokan selepas salat demi menghindari kepadatan massa. Ia menekankan pentingnya bagi jemaah untuk selalu membawa kartu Nusuk sebagai identitas resmi selama di Tanah Suci.

“Jemaah juga diminta menghafal nama hotel dan selalu membawa kartu Nusuk sebagai identitas utama. Kartu Nusuk ini adalah identitas penting yang wajib dibawa setiap saat,” tegas Maria Assegaff.

Selain progres positif, Kemenhaj juga tengah menangani beberapa kendala teknis terkait maskapai penerbangan. Tercatat pesawat Saudi Arabian Airlines rute Surabaya–Madinah sempat melakukan pendaratan teknis di Bandara Kualanamu pada 26 April akibat gangguan sistem hidrolik. Kendala serupa juga dialami Embarkasi Batam Kloter 5 pada 27 April akibat masalah flight control.

Maria memastikan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pihak kementerian juga memberikan peringatan keras kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak melakukan pungutan liar atau menawarkan paket wisata di luar ketentuan resmi pemerintah. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh jemaah dapat beribadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama