Songsong Munas X 2026, LDII Lampung Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan dan Program Strategis Nasional

Songsong Munas X 2026, LDII Lampung Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan dan Program Strategis Nasional

Momentum Strategis Dakwah LDII dalam Ketahanan Nasional

Delegasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia yang resmi dibuka di Pondok Pesantren Minhajurosyidin, Jakarta Timur. Perhelatan akbar ini menjadi pijakan krusial bagi organisasi untuk merumuskan arah kebijakan dakwah yang lebih adaptif, terutama dalam memperkuat ketahanan nasional dan swasembada pangan di tengah dinamika global yang kian tidak menentu.

Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, dalam orasi pembukaannya menegaskan bahwa Munas X bukan sekadar ajang rutin pergantian estafet kepemimpinan. Lebih dari itu, forum tertinggi ini merupakan ruang konsolidasi untuk menajamkan delapan klaster pengabdian LDII agar senantiasa relevan dengan kebutuhan pembangunan bangsa.

"Indonesia harus menjadi lebih baik, dan kita harus terus menunjukkan kontribusi nyata. Munas ini bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan momentum strategis agar dakwah kita menjadi bagian dari solusi bangsa," ujar KH Chriswanto Santoso.

Dukungan Pemerintah dan Implementasi Dakwah Bil Hal

Langkah LDII dalam mengintegrasikan program dakwah dengan kebijakan negara mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah. Menteri Haji dan Umrah RI, KH Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, yang hadir mewakili jajaran kabinet, menekankan pentingnya peran ormas sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan akar rumput.

"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. LDII harus menjadi perekat bangsa melalui dakwah yang menyejukkan. Ketika kita berjalan bersama, Indonesia tidak hanya menjadi kuat, tetapi juga dihormati dunia," tutur Gus Irfan.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Politik dan PUM Kemendagri, Akmal Malik, menantang LDII untuk lebih progresif dalam menjalankan konsep "Dakwah Bil Hal" atau dakwah melalui tindakan nyata. Ia melihat potensi besar LDII dalam membantu negara memitigasi risiko krisis pangan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

"Kami mengajak LDII menjadi percontohan ormas yang unggul dalam penguatan ekonomi dan sosial. Mari kita bangun kolaborasi nyata untuk menjawab tantangan pangan ini melalui proyek-proyek percontohan di daerah," ajak Akmal Malik.

Lampung Siap Menjadi Lumbung Program Nasional

Merespons arahan strategis tersebut, Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, M. Aditya, menegaskan komitmen jajarannya untuk segera mentransformasikan hasil Munas ke dalam program kerja di tingkat wilayah. Baginya, visi yang disampaikan pimpinan pusat memberikan energi baru bagi pengurus di daerah untuk terus berkontribusi bagi masyarakat lokal.

"Kami sangat mengapresiasi penegasan Ketum LDII, KH Chriswanto Santoso. Sambutan tersebut memberi arah yang jelas bahwa Munas bukan sekadar forum evaluasi, melainkan momentum memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan bangsa," tegas M. Aditya.

Lampung yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional memiliki posisi tawar yang strategis untuk menyukseskan klaster ketahanan pangan LDII. Aditya memastikan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah akan semakin ditingkatkan guna mewujudkan kemandirian energi dan pangan dari Bumi Ruwa Jurai.

"Lampung memiliki potensi besar untuk mendukung penguatan daya tahan nasional. LDII Lampung berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif, baik dalam memberikan gagasan maupun implementasi program ke depan. Kami siap menjadi bagian dari perumusan arah strategis ini," tambah M. Aditya.

Kehadiran Delegasi Penuh dari 15 Kabupaten/Kota

Keseriusan LDII Lampung dalam mengikuti agenda ini terlihat dari komposisi delegasi yang hadir. Tak tanggung-tanggung, rombongan yang bertolak ke Jakarta mencakup Ketua dan Sekretaris DPW, hingga seluruh Ketua DPD dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Kehadiran personel secara lengkap ini bertujuan agar setiap butir keputusan nasional dapat langsung dipahami dan diterapkan secara seragam di seluruh pelosok Lampung.

Munas X LDII 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ke depan. Selain menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), forum ini juga akan menentukan nakhoda baru yang akan memimpin LDII untuk masa bakti periode 2026-2031, dengan harapan besar bahwa kolaborasi antara ormas, pemerintah, dan masyarakat dapat semakin solid dalam menghadapi tantangan zaman.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama