Momentum Syawal Sebagai Sarana Memperkuat Persaudaraan
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Gedung Serba Guna (GSG) LDII Kota Batu, Jawa Timur, pada Sabtu (28/3/2026). Ribuan warga LDII dari berbagai penjuru kota berkumpul dalam acara Silaturahim Syawal yang diselenggarakan oleh DPD LDII Kota Batu. Agenda tahunan ini tercatat dihadiri oleh sekitar 2.000 peserta, yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus dari tingkat DPD, Pimpinan Cabang (PC), hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kota Batu.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pasca-Lebaran, melainkan menjadi wadah strategis untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus mempererat hubungan emosional antarwarga. Ketua DPD LDII Kota Batu, Yusron Ubaidillah, menekankan bahwa bulan Syawal merupakan waktu yang paling tepat untuk memperbaiki hubungan antar sesama manusia.
"Momen Syawal menjadi waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat silaturahim, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat," ujar Ketua DPD LDII Kota Batu, Yusron Ubaidillah.
Membersihkan Hati dan Menjaga Harmonisasi Sosial
Dalam sambutannya, Yusron menerangkan bahwa setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan dan merayakan Idulfitri, silaturahim menjadi fase penyempurna. Menurutnya, ini adalah saat yang tepat untuk membersihkan hati dengan cara saling memaafkan secara tulus, sehingga residu konflik atau kesalahpahaman di masa lalu dapat sepenuhnya terhapuskan.
Lebih lanjut, ia mendorong warga LDII untuk menjadi motor penggerak keharmonisan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Sikap toleran dan rukun merupakan kunci utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan kondusif.
"Kami mengajak warga LDII untuk terus menjaga keharmonisan sosial sebagai wujud kehidupan yang rukun dan toleran di tengah masyarakat. Karena partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sosial menjadi hal yang penting," tegas Yusron Ubaidillah.
Implementasi 29 Karakter Luhur di Tengah Masyarakat
Salah satu poin krusial yang disampaikan dalam pertemuan tersebut adalah mengenai internalisasi nilai-nilai luhur. Yusron mengingatkan seluruh warga untuk konsisten mengamalkan 29 karakter luhur sebagai pedoman berperilaku sehari-hari. Karakter-karakter ini diharapkan tidak hanya menjadi teori, tetapi nyata dalam tindakan nyata, terutama dalam kegiatan kemasyarakatan.
Keterlibatan aktif warga LDII dalam agenda sosial seperti gotong royong dan bakti sosial dipandang sebagai cara yang paling efektif untuk menunjukkan wajah organisasi yang inklusif dan bermanfaat bagi orang lain.
"Warga LDII harus hadir dan berkontribusi dalam setiap kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Jika ada gotong royong atau kegiatan sosial lainnya, warga LDII harus ikut serta dan menunjukkan budi pekerti yang baik agar bisa menjadi teladan di masyarakat," tutur Yusron Ubaidillah dalam arahannya.
Komitmen Membentuk Pribadi Berakhlak Mulia
Acara silaturahim ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kelancaran program-program dakwah LDII ke depan. Yusron berharap melalui kegiatan ini, LDII Kota Batu dapat terus memberikan sumbangsih positif dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah serta berkontribusi dalam pembangunan karakter bangsa melalui pembentukan pribadi yang berakhlak mulia.
Dengan semangat Syawal, warga LDII Kota Batu berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat lainnya demi terciptanya tatanan kehidupan yang harmonis, agamis, dan sejahtera. Hal ini selaras dengan visi LDII untuk terus memberikan kontribusi berkelanjutan bagi nusa dan bangsa.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.