Munas X LDII: Momentum Strategis Evaluasi dan Proyeksi Organisasi
Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) secara resmi menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) X yang bertempat di Pondok Pesantren Minhajurosyidin, Jakarta Timur. Perhelatan akbar yang berlangsung pada Selasa (7/4/2026) ini menjadi ajang konsolidasi tertinggi bagi organisasi untuk meninjau kembali capaian kinerja sekaligus merancang arah gerak organisasi di masa depan.
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, dalam pidato pembukaannya menyatakan bahwa Munas ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah momentum krusial untuk melakukan penilaian menyeluruh terhadap efektivitas program kerja yang telah berjalan.
“Munas X LDII mengemban sejumlah tugas penting, mulai dari evaluasi kepengurusan, penyusunan program umum organisasi, hingga pemberian rekomendasi untuk berbagai isu strategis nasional. Selain itu, di forum tertinggi LDII ini, kami juga akan memilih kepengurusan baru untuk periode selanjutnya,” ujar KH Chriswanto Santoso.
Respons Terhadap Geopolitik Global dan Ketahanan Pangan
Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, LDII menyadari peran pentingnya sebagai komponen bangsa untuk membantu memperkuat stabilitas nasional. KH Chriswanto menyoroti konflik di Timur Tengah sebagai pengingat bagi Indonesia agar tidak lengah, terutama dalam menjaga kemandirian sektor pangan dan energi.
Ketahanan pangan menjadi salah satu poin yang ditekankan selaras dengan visi pemerintah dalam Asta Cita. LDII berkomitmen agar sumber daya manusia yang dimilikinya mampu beradaptasi dan bertahan di tengah tekanan ekonomi dunia.
“Mengacu pada Asta Cita, salah satu prioritas adalah ketahanan pangan. Dalam kondisi global seperti sekarang, kita harus mampu bertahan,” ujar KH Chriswanto Santoso.
Selain pangan, sektor energi juga menjadi perhatian utama. KH Chriswanto menyampaikan apresiasinya terhadap langkah pemerintah yang berupaya menjaga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) agar tetap stabil meski menghadapi tekanan global yang berat. Hal ini dinilai sangat membantu daya beli masyarakat dibandingkan dengan negara lain yang sudah menerapkan kebijakan penghematan energi secara ekstrem.
Delapan Klaster Pengabdian LDII untuk Bangsa
Sebagai wujud nyata kontribusi terhadap pembangunan nasional, KH Chriswanto memaparkan delapan klaster pengabdian yang menjadi fokus utama LDII. Program-program ini dirancang untuk menyentuh berbagai lini kehidupan masyarakat:
- Kebangsaan: Menanamkan wawasan kebangsaan yang kuat bagi seluruh SDM LDII demi menjaga keutuhan NKRI.
- Dakwah Keagamaan: Memperkokoh nilai-nilai spiritualitas di tengah masyarakat.
- Pendidikan: Mengintegrasikan pendidikan umum dengan nilai agama untuk membentuk karakter bangsa yang unggul.
- Energi Terbarukan: Pelaksanaan dakwah bil hal melalui penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai pondok pesantren seperti Wali Barokah dan Minhajurosyidin.
- Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup: Contoh nyatanya adalah pengembangan tanaman sorgum di wilayah Blora.
- Kesehatan Herbal: Pengembangan potensi obat tradisional sebagai alternatif kesehatan masyarakat.
- Teknologi Digital: Pemanfaatan teknologi untuk efisiensi dan kemajuan dakwah serta ekonomi.
- Ekonomi Syariah: Penguatan sistem ekonomi yang berlandaskan prinsip syariah untuk kemandirian warga.
Keberhasilan Sinergi Pendidikan dan Karakter
LDII membuktikan bahwa penggabungan antara pendidikan formal dan penguatan karakter agama mampu menghasilkan tokoh-tokoh yang berkontribusi di level nasional. Dalam acara tersebut, KH Chriswanto memberikan contoh konkret keberhasilan lulusan pondok pesantren binaan LDII yang kini menduduki jabatan strategis di pemerintahan.
“Sinergi pendidikan dan agama mampu melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing, termasuk yang berkiprah di tingkat nasional. Bahkan, tamu kita, lulusan pendidikan dan pondok pesantren, alhamdulillah bisa jadi Menteri Haji dan Umrah RI yaitu KH Irfan Yusuf, dan alhamdulillah ada juga Irjen Pol. Purnawirawan R. Ahmad Nurwakhid yang bisa menjadi Jenderal,” ujar KH Chriswanto Santoso.
Menutup pernyataannya, pria lulusan Newcastle University ini menegaskan bahwa LDII akan terus berpegang pada pesan untuk tetap fokus pada kebaikan dan memberikan manfaat positif bagi kemajuan tanah air.
“Indonesia harus menjadi lebih baik. Kita harus terus berbuat sesuatu yang positif dan menunjukkan kontribusi nyata untuk bangsa,” ujar KH Chriswanto Santoso dalam kalimat penutupnya.
Dengan semangat kebersamaan di Munas X ini, LDII optimistis dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.