Sinergi Pemerintah dan Ormas dalam Membangun Bangsa
Menteri Haji dan Umroh Republik Indonesia, KH. Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, secara resmi menghadiri dan memberikan pengarahan dalam perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Dalam acara yang berlangsung khidmat di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Gus Irfan menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis pemerintah.
Gus Irfan mengajak LDII untuk mengambil peran lebih aktif sebagai jembatan yang menghubungkan kebijakan-kebijakan pemerintah dengan kebutuhan dan pemahaman masyarakat di akar rumput. Menurutnya, kolaborasi ini sangat krusial dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Saat ini, adalah momentum yang tepat untuk memperkuat peran bersama. Bukan hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga memperluas kontribusi. Tidak hanya membahas internal organisasi, tetapi juga membahas kondisi kebangsaan,” ujar KH. Mochamad Irfan Yusuf.
Beliau menegaskan bahwa proses pembangunan Indonesia yang berkelanjutan tidak dapat dipikul oleh satu instansi saja, melainkan harus menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Tidak ada satu pihak pun yang bisa berjalan sendiri. Ketika bisa berjalan bersama, maka tidak hanya kuat, tetapi juga akan dihormati dunia,” pungkas KH. Mochamad Irfan Yusuf.
Menyelaraskan Visi dengan Prioritas Nasional
Lebih lanjut, Gus Irfan mengapresiasi tema besar yang diusung dalam Munas X LDII kali ini, yakni “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia”. Ia menilai semangat tersebut selaras dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian bangsa.
“Presiden Prabowo menegaskan, Indonesia harus swasembada pangan, air, dan energi. Apapun yang terjadi di dunia luar, jika sudah swasembada pangan, air dan energi, maka tidak akan terpengaruh,” ujar KH. Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan visi kepala negara.
Kondisi geopolitik global yang sedang tidak menentu, menurutnya, menuntut Indonesia untuk memiliki ketahanan yang kokoh agar rantai pasok kebutuhan dasar rakyat tidak terganggu oleh gejolak di mancanegara.
“Maka, tema Munas X LDII ini sangat relevan. Mengingat kondisi geopolitik global saat ini, yang mengganggu rantai pasok energi dan pangan, serta stabilitas perdagangan nasional,” tutur KH. Mochamad Irfan Yusuf.
Tantangan Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timur Tengah
Sebagai menteri yang membidangi urusan haji, Gus Irfan juga memaparkan kondisi terkini pelaksanaan ibadah haji bagi jamaah Indonesia, terutama di tengah eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Meski situasi di Timur Tengah memanas, ia memastikan pemerintah terus berupaya maksimal agar ibadah rukun Islam kelima tersebut tetap berjalan sesuai rencana.
“Kami tetap berkomunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi agar pelaksanaan haji tetap lancar. Dan sampai saat ini, semua masih sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” jelas KH. Mochamad Irfan Yusuf.
Namun, beliau tidak menampik adanya konsekuensi logistik akibat konflik tersebut, salah satunya adalah kenaikan biaya operasional penerbangan.
“Dampak perang tersebut mengakibatkan adanya penambahan biaya. Misalnya tiket pesawat, penambahan biaya dapat mencapai Rp10 juta per jamaah,” imbuh KH. Mochamad Irfan Yusuf.
Menyikapi hal ini, Gus Irfan menegaskan instruksi Presiden Prabowo bahwa keselamatan jamaah adalah prioritas utama. Selain itu, pemerintah berupaya mencari skema pembiayaan agar beban kenaikan tersebut tidak langsung ditanggung oleh jamaah.
“Kedua, jika terjadi penambahan pembiayaan, jangan dibebankan pada jamaah haji. Kami juga mengadakan rakor terbatas dengan Menko Perekonomian dan sedang menghitung bagaimana mekanisme pembiayaan jika terjadi perubahan harga,” pungkas KH. Mochamad Irfan Yusuf.
Harapan untuk Masa Depan LDII
Sebagai penutup, Menteri Haji menekankan kembali bahwa ketahanan nasional akan terwujud jika ada perekat berupa nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama di tengah keberagaman Indonesia yang sangat tinggi. Beliau berharap LDII terus menjadi motor penggerak dakwah yang menyejukkan.
“Ketahanan nasional akan kokoh jika dibangun oleh seluruh elemen bangsa. LDII dapat terus meningkatkan perannya melalui dakwah yang menyejukkan, penguatan karakter, serta kontribusi dalam kehidupan sosial untuk menjaga keharmonisan dan ketahanan nasional,” tutup KH. Mochamad Irfan Yusuf.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.