JAKARTA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kalimantan Selatan secara resmi menyampaikan pandangan umum dalam perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (9/4). Dalam penyampaiannya, LDII Kalsel menitikberatkan pada penguatan peran strategis organisasi di tengah masyarakat melalui keberlanjutan program nyata serta mendorong adanya regenerasi kepemimpinan nasional untuk periode mendatang.
Ketua DPW LDII Kalimantan Selatan, Dedi Supriatna, menegaskan bahwa pencapaian yang telah diraih oleh DPP LDII selama periode 2021–2026 merupakan landasan fundamental bagi organisasi untuk melangkah ke arah yang lebih progresif. Menurutnya, LDII harus terus memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dengan memberikan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
Inovasi Ketahanan Pangan Berbasis Lahan Marginal
Salah satu poin krusial yang dipaparkan dalam pandangan umum tersebut adalah keberhasilan LDII Kalsel dalam mengembangkan komoditas tanaman sorgum di Kabupaten Tanah Laut. Program ini dipandang sebagai bentuk nyata dukungan organisasi terhadap agenda ketahanan pangan nasional dengan mengoptimalisasi lahan-lahan marginal menjadi area produktif.
“Program ini sudah berjalan dan menunjukkan hasil yang baik. Ke depan tentu perlu didorong agar bisa berkembang lebih luas,” ujar Dedi Supriatna.
Inisiatif pengembangan sorgum ini diharapkan tidak hanya berhenti di tingkat daerah, namun dapat diadopsi secara nasional sebagai gerakan masal guna memperkuat kedaulatan pangan berbasis potensi lokal.
Sinergi Strategis dengan Pemerintah
Selain fokus pada program ekonomi dan pangan, LDII Kalsel juga menekankan krusialnya penguatan kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan (Ormas) dengan pemerintah. Dedi berpendapat bahwa kolaborasi yang solid akan menempatkan LDII sebagai elemen penting dalam pembangunan bangsa.
Hal ini selaras dengan arahan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Prof. Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si., yang sebelumnya mengingatkan betapa vitalnya peran Ormas dalam menyokong stabilitas dan akselerasi pembangunan nasional di berbagai lini kehidupan.
Usulan Regenerasi dan Arah Baru Kepemimpinan
Memasuki agenda krusial mengenai struktur kepemimpinan, DPW LDII Kalsel memberikan perhatian khusus pada keberlanjutan roda organisasi. Meskipun memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kepemimpinan KH Chriswanto Santoso pada periode 2021-2026, kondisi objektif saat ini dinilai memerlukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas organisasi.
“Terkait kepemimpinan ke depan, kami tentu sangat menghormati dan mengapresiasi dedikasi KH Chriswanto Santoso selama memimpin organisasi. Namun, dengan mempertimbangkan kondisi beliau saat ini, kami menilai perlu adanya keberlanjutan kepemimpinan yang dapat menjalankan amanah organisasi secara optimal untuk lima tahun ke depan,” kata Dedi Supriatna menjelaskan posisi organisasinya.
Sebagai langkah konkret menuju regenerasi tersebut, DPW LDII Kalimantan Selatan secara resmi mengajukan nama H. Dody Taufik Wijaya, Ak., M.Com., CA. sebagai calon Ketua Umum LDII untuk periode selanjutnya. Dody, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum DPP LDII, dinilai memiliki kapabilitas yang mumpuni untuk menakhodai organisasi.
Dody dikenal luas memiliki latar belakang profesional yang kuat di bidang akuntansi serta rekam jejak yang matang dalam tata kelola organisasi di tingkat pusat. Selama menjabat sebagai Sekretaris Umum, ia berperan aktif dalam mengoordinasikan program-program strategis nasional, termasuk penguatan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan berakhirnya penyampaian pandangan umum ini, LDII Kalsel menaruh harapan besar agar Munas X menjadi momentum bagi LDII untuk bertransformasi menjadi organisasi yang lebih modern, kontributif, dan responsif terhadap tantangan zaman demi kemajuan bangsa dan negara.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.