Munas LDII 2026: Delegasi NTB Terima LPJ DPP dan Usulkan Dody Taufik Wijaya Jadi Calon Ketua Umum

Munas LDII 2026: Delegasi NTB Terima LPJ DPP dan Usulkan Dody Taufik Wijaya Jadi Calon Ketua Umum

Munas LDII 2026: Evaluasi Strategis dan Usulan Kepemimpinan Baru dari NTB

JAKARTA – Delegasi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menyampaikan pandangan umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang berlangsung di Jakarta pada 7 hingga 9 April 2026. Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, delegasi NTB memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian kinerja kepengurusan periode 2021–2026 sekaligus menyikapi dinamika suksesi kepemimpinan nasional.

Penyampaian pandangan delegasi tersebut merupakan bagian krusial dari mekanisme organisasi dalam mengevaluasi efektivitas program kerja yang telah dijalankan selama lima tahun terakhir. Delegasi DPW LDII NTB yang diwakili oleh Dea Guru H. Abdul Halim Lubis, S.Ag, menekankan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memastikan kesinambungan dakwah dan penguatan peran LDII di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Apresiasi dan Catatan Konstruktif untuk Penguatan Organisasi

Dalam sidang pertanggungjawaban tersebut, H. Abdul Halim Lubis yang juga menjabat sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Sumbawa, memaparkan sejumlah poin strategis. Pihaknya menitikberatkan pada penguatan program dakwah yang inklusif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta pentingnya konsolidasi organisasi yang menyentuh hingga ke tingkat akar rumput.

"Melalui forum Munas ini, kami dari NTB memberikan apresiasi atas kinerja DPP, sekaligus menyampaikan sejumlah masukan demi perbaikan dan kemajuan organisasi ke depan," — ujar Dea Guru H. Abdul Halim Lubis, S.Ag.

Delegasi NTB menilai bahwa di bawah kepemimpinan Chriswanto Santoso, DPP LDII telah berhasil menjaga stabilitas dan marwah organisasi. Atas dasar itulah, delegasi NTB secara bulat menyatakan sikap untuk menerima Laporan Pertanggungjawaban DPP LDII periode 2021-2026 secara utuh tanpa catatan.

Dinamika Kepemimpinan: NTB Usulkan Nama Baru

Salah satu poin yang menyita perhatian dalam forum Munas adalah pernyataan sikap Chriswanto Santoso yang menyatakan tidak bersedia untuk dicalonkan kembali sebagai Ketua Umum DPP LDII untuk periode mendatang. Menanggapi situasi tersebut, delegasi NTB bergerak cepat dengan mengusulkan nama kader terbaik untuk menjaga stabilitas kepemimpinan.

NTB secara resmi mengusulkan H. Dody Taufik Wijaya, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP LDII, untuk dipertimbangkan sebagai calon Ketua Umum periode selanjutnya. Sosok Dody dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni, integritas yang teruji, serta pengalaman organisasi yang luas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan nasional.

Sekretaris DPW LDII NTB, H. M. Ramdhani, ST., M.Si, menegaskan bahwa usulan ini didasarkan pada aspirasi kolektif kader di NTB yang menginginkan pemimpin yang adaptif terhadap perubahan global.

"Kami di NTB sepakat menerima LPJ secara utuh tanpa catatan sebagai bentuk kepercayaan terhadap kinerja DPP. Di sisi lain, usulan terhadap kader terbaik merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan yang kuat dan berintegritas di tubuh LDII," — ungkap H. M. Ramdhani, ST., M.Si.

Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Nasional

Forum Munas LDII 2026 ini bukan sekadar ajang pergantian pengurus, melainkan momentum strategis untuk merumuskan 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa agar lebih selaras dengan visi pembangunan nasional. Partisipasi aktif delegasi NTB, termasuk para pengurus DPD dari berbagai kabupaten/kota di NTB yang turut memantau jalannya Munas, membuktikan soliditas organisasi antara pusat dan daerah.

H. M. Ramdhani menambahkan bahwa figur pemimpin masa depan LDII diharapkan mampu membawa organisasi menjadi lebih modern dan profesional dalam menjawab tantangan dakwah di era digital. Sosok Dody Taufik Wijaya dipandang mampu mengakselerasi program-program strategis tersebut.

Pelaksanaan Munas ini diikuti secara antusias oleh seluruh perwakilan provinsi se-Indonesia. Di Nusa Tenggara Barat sendiri, jalannya persidangan Munas turut diikuti secara daring melalui studio-studio yang disiapkan oleh DPD LDII di masing-masing wilayah guna memastikan semangat Munas terasa hingga ke tingkat daerah.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama