WONOGIRI – Dalam upaya memperkuat derajat kesehatan masyarakat sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke-285 tahun 2026, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Wonogiri meluncurkan aksi nyata melalui Pekan Grebeg Cek Kesehatan Gratis (CKG) massal. Agenda strategis ini merupakan bentuk kolaborasi konkret antara LDII dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri serta Dinas Kesehatan setempat guna memastikan deteksi dini penyakit dapat terjangkau oleh seluruh lapisan warga.
Apresiasi Bupati Wonogiri Atas Sinergitas LDII
Kehadiran program ini mendapat sambutan hangat dari Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. Saat menghadiri pelaksanaan CKG di Aula Sasana Utama PC LDII Kecamatan Eromoko pada Minggu (26/4/2026), Setyo menekankan bahwa partisipasi aktif dari organisasi kemasyarakatan seperti LDII adalah kunci utama dibalik tingginya capaian indikator kesehatan di wilayahnya dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah.
“Atas nama pemerintah kabupaten kami sampaikan salut dan penghargaan yang tinggi kepada pengurus DPD LDII Wonogiri. Kami mendorong Ormas lain untuk berbuat hal yang sama agar kesehatan masyarakat luas terjamin atau paling tidak terdeteksi sejak dini,” ujar Bupati Setyo Sukarno.
Setyo menilai, kesadaran kolektif masyarakat dalam memantau kondisi fisik secara rutin akan meringankan beban sistem kesehatan di masa depan. Semangat kemandirian kesehatan inilah yang diharapkan terus tumbuh melalui inisiasi-inisiasi berbasis komunitas.
Target Seribu Peserta dan Ekspansi Program
Ketua DPD LDII Kabupaten Wonogiri, Sutoyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan implementasi dari pengabdian LDII untuk bangsa, khususnya dalam pilar kesehatan. Menurutnya, program ini dirancang selaras dengan agenda “Sehat Wargane” yang digelorakan Pemkab Wonogiri serta program prioritas Kementerian Kesehatan RI.
“Kami perkirakan peserta mencapai 1.000 warga lebih. Ini bentuk partisipasi kami atas program ‘sehat wargane’ yang menjadi agenda Pemkab Wonogiri khususnya dan Kemenkes RI pada umumnya,” terang Sutoyo yang juga mengemban amanah sebagai anggota DPRD Wonogiri.
Langkah LDII tidak berhenti di Eromoko. Sutoyo menambahkan bahwa aksi jemput bola ini akan berlanjut ke titik berikutnya, yakni di Kecamatan Jatipurno, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026 mendatang. Pola integrasi antara kegiatan keagamaan dan layanan kesehatan terbukti efektif meningkatkan antusiasme masyarakat untuk hadir.
Capaian Signifikan Kesehatan Kabupaten Wonogiri
Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri, Mubarok, mengakui bahwa akselerasi target CKG di Wonogiri sangat terbantu oleh model pendekatan yang dilakukan LDII. Ia menyoroti efektivitas pelaksanaan cek kesehatan yang dibarengi dengan pengajian rutin, sehingga jangkauan sasaran menjadi lebih tepat guna dan masif.
“Luar biasa di Eromoko ini, pelaksanaan CKG bersamaan dengan pengajian seperti hasilnya jelas signifikan,” tandas Mubarok.
Berdasarkan data teknis dari Dinas Kesehatan, Kabupaten Wonogiri memiliki sasaran program CKG mencapai 1.018.292 jiwa. Hingga saat ini, progres laporan menunjukkan angka 255.738 jiwa atau sekitar 25,29 persen warga telah mendapatkan layanan cek kesehatan gratis. Angka ini menempatkan Wonogiri dalam jajaran peringkat atas di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Secara lebih mendalam, Mubarok merinci bahwa dari total sasaran tersebut, perhatian juga difokuskan pada kelompok rentan. Tercatat ada 7.166 bayi lahir sebagai sasaran, di mana 4.097 bayi (56,29 persen) telah menjalani pemeriksaan. Sementara untuk kelompok lansia, dari total 223.454 jiwa, sebanyak 62.907 jiwa (28,46 persen) telah berhasil dijangkau oleh layanan kesehatan ini.
Melalui konsistensi kegiatan seperti yang diinisiasi oleh LDII Wonogiri, diharapkan angka prevalensi penyakit tidak menular dapat ditekan, sekaligus memantapkan posisi Wonogiri sebagai kabupaten dengan tingkat kesadaran kesehatan masyarakat yang patut dicontoh.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.