TANGGAMUS – Di tengah dinamika zaman yang kian menantang, penguatan fondasi spiritual dan intelektual bagi pemuda menjadi prioritas utama. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Tanggamus secara proaktif menggelar pengajian khusus bagi generasi penerus (generus) dengan tema sentral “Membangun Karakter Generus: Profesional Religius”. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (26/4) ini berhasil menghadirkan sekitar 200 pemuda-pemudi dari berbagai penjuru Kabupaten Tanggamus yang memadati Masjid Baitur Rohman, Pekon Terbaya, Kecamatan Kota Agung.
Komitmen Membentuk Karakter Profesional yang Religius
Langkah LDII Tanggamus ini bukanlah sekadar rutinitas, melainkan sebuah program sistematis yang dirancang untuk membekali generasi muda dengan keseimbangan antara kecakapan duniawi dan kedalaman spiritual. Dengan pendekatan yang terukur, para peserta diajak untuk memahami bahwa menjadi profesional di bidangnya masing-masing harus tetap berpijak pada nilai-nilai agama yang kuat.
Menanamkan Nilai Tauhid di Atas Urusan Duniawi
Inti dari pengajaran kali ini adalah penguatan nilai tauhid. Ustadz Ikhwan, dalam sesi penyampaian materi, membedah makna mendalam dari Al-Quran Surat Al-Isra’ ayat 21. Beliau menekankan pentingnya bagi setiap pemuda untuk memiliki perspektif yang benar mengenai prioritas hidup, di mana urusan akhirat harus dipandang sebagai tujuan yang jauh lebih mulia daripada sekadar pencapaian materi di dunia.
“Hidup di dunia ada yang kaya, ada yang melarat. Yang sangat kaya bahkan mengalahkan yang lain, tapi itu urusan dunia. Sedangkan urusan akhirat itu besar derajatnya, lebih besar keutamaannya daripada urusan dunia,” ujar Ustadz Ikhwan dengan tegas di hadapan para peserta.
Perspektif ini diharapkan mampu membentengi mentalitas anak muda agar tidak mudah goyah oleh gemerlap dunia yang seringkali menjebak mereka dalam materialisme semata.
Integrasi Ilmu dan Amal sebagai Kunci Kesuksesan
Melengkapi materi tauhid, Ustadz Guntoro memberikan paparan mengenai sisi praktis ibadah dan pentingnya literasi agama. Ia memfokuskan bahasannya pada pondasi ibadah harian, yakni salat, mulai dari ketepatan waktu hingga keutamaan menjalankannya secara berjamaah. Namun, poin yang tak kalah penting adalah prinsip berilmu sebelum beramal.
Ustadz Guntoro menganalogikan proses belajar agama dengan penguasaan keahlian lainnya agar lebih mudah dipahami oleh kaum milenial dan Gen Z. Menurutnya, konsistensi dalam mengaji adalah kunci mutlak jika ingin mencapai kefasihan dan pemahaman yang benar.
“Jika ingin jadi atlet, maka harus belajar teorinya dan mempraktikkannya. Begitupun jika ingin bisa lancar membaca Al Quran, maka harus rajin mengaji,” terang Ustadz Guntoro.
Visi Masa Depan dan Kemandirian
Sebagai penutup rangkaian acara, Dewan Penasihat DPD LDII Tanggamus, KH Feriyanto, memberikan pesan motivasi yang menyentuh sisi emosional dan ambisi positif para peserta. Beliau mendorong agar setiap pemuda LDII memiliki semangat juang yang tinggi dalam mengejar cita-cita, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.
“Agar kelak bisa memiliki keterampilan untuk masa depannya,” ungkap KH Feriyanto, memberikan penekanan pada pentingnya kemandirian ekonomi dan keahlian di masa mendatang.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diisi dengan ceramah formal yang kaku. Panitia menyisipkan sesi fun games dan pembagian doorprize. Atmosfer ceria ini terbukti ampuh mencairkan suasana, melatih kepercayaan diri, serta mengasah kemampuan komunikasi publik para peserta sejak dini secara alami.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.