Konsolidasi Hasil Munas X dan Respons Dinamika Geopolitik
MAKASSAR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan secara resmi mensosialisasikan hasil Musyawarah Nasional (Munas) X dalam sebuah pengajian umum yang digelar di Masjid Roudhotul Jannah, Kompleks Dr. Tadjuddin Chalid, Makassar. Langkah strategis ini dilakukan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para pengurus dan jemaah mengenai arah kebijakan organisasi serta tantangan eksternal yang dihadapi bangsa saat ini.
Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro, dalam pemaparannya memberikan sorotan tajam pada dinamika global yang tengah memanas, terutama eskalasi konflik di kawasan Teluk. Ia mengingatkan bahwa ketegangan internasional tersebut tidak hanya berimbas pada stabilitas politik luar negeri, melainkan juga memiliki efek domino yang nyata terhadap kondisi nasional, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Peristiwa di kawasan Timur Tengah bukan sekadar konflik regional, tetapi bagian dari agenda global yang berkaitan dengan penguasaan sumber daya dan jalur ekonomi dunia,” ujar Asdar Mattiro di hadapan jemaah.
Efek Domino terhadap Sektor Ekonomi
Analisis yang disampaikan dalam forum tersebut menekankan bahwa isu geopolitik ini bukanlah sekadar masalah keagamaan, melainkan pertarungan kepentingan ekonomi global. Asdar menjelaskan bahwa dampak dari ketidakpastian global tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat luas di tanah air. Beberapa indikator nyata di antaranya adalah kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga avtur yang signifikan, hingga potensi terganggunya rantai distribusi logistik dunia.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa penyesuaian pola kerja seperti kebijakan Work From Home (WFH) di sejumlah sektor produktif menjadi salah satu sinyal betapa fluktuasi kondisi global memaksa adanya adaptasi cepat di tingkat domestik. Hal ini menuntut kesiapan organisasi dan warga LDII untuk tetap produktif meski di tengah situasi yang tidak menentu.
Estafet Kepemimpinan DPP LDII 2026–2031
Selain membahas isu global, agenda utama pertemuan ini adalah menyampaikan struktur kepemimpinan pusat yang baru berdasarkan keputusan Munas X. Pengurus baru Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII masa bakti 2026–2031 telah resmi ditetapkan, dengan Dody Taufiq Wijaya dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum dan Tri Gunawan Hadi sebagai Sekretaris Umum.
“Atas nama LDII Sulawesi Selatan, kami mengucapkan selamat, sukses, dan barokah atas terpilihnya kepemimpinan baru. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Asdar Mattiro memberikan apresiasi atas terbentuknya formasi kepemimpinan pusat yang baru.
Kontribusi Nyata di Bulan Ramadan
Sejalan dengan semangat pengabdian organisasi, DPW LDII Sulawesi Selatan juga melaporkan berbagai aktivitas produktif yang dilaksanakan sepanjang bulan Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu bentuk peran aktif tersebut adalah partisipasi dalam pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan di Observatorium Universitas Muhammadiyah Makassar, bersinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.
Sebagai upaya memperkuat jalinan komunikasi dan ukhuwah di ruang publik, LDII Sulsel juga memasang berbagai atribut baliho ucapan Ramadan dan Idul Fitri di sejumlah titik strategis di Kota Makassar. Kegiatan pengajian ini ditutup dengan komitmen kuat dari DPW LDII Sulawesi Selatan untuk terus konsisten melakukan pembinaan umat dan memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
