LDII Lampung Gaungkan Dakwah Sejuk dan Moderasi Beragama Lewat Pengajian Ratusan Mubalig

LDII Lampung Gaungkan Dakwah Sejuk dan Moderasi Beragama Lewat Pengajian Ratusan Mubalig

Konsolidasi Para Dai: Mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin di Bumi Ruwa Jurai

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Lampung kembali mempertegas komitmennya dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, santun, dan menyejukkan. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Pengajian Rutin Muballigh dan Muballighah yang berpusat di Masjid Hizbullah, Labuhan Dalam, Bandar Lampung, pada Minggu (12/4). Forum ini menjadi momentum strategis bagi para pendakwah untuk menyelaraskan visi dalam menghadapi tantangan keberagaman di tengah masyarakat yang dinamis.

Sebanyak kurang lebih 200 dai dan daiyah yang berasal dari wilayah Bandar Lampung, Lampung Selatan, hingga Pesawaran berkumpul dengan satu misi besar. Mengusung tema “Penguatan Peran Muballigh dan Muballighah untuk Mewujudkan Dakwah yang Sejuk dan Moderat”, acara ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi formal, melainkan juga wadah peningkatan kapasitas intelektual dan spiritual bagi para ujung tombak organisasi di akar rumput.

Implementasi Green Dakwah Sejak 2012

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah konsistensi penerapan konsep Green Dakwah. Konsep ini menonjolkan sisi Islam yang peduli pada lingkungan dan kemanusiaan, bukan sekadar ceramah di atas mimbar. Ketua DPW LDII Lampung, H. Aditya, mengungkapkan bahwa pendekatan ini telah menjadi ruh perjuangan dakwah LDII di Lampung selama lebih dari satu dekade.

“Pendekatan dakwah yang humanis, menyejukkan, serta mengedepankan ukhuwah dan toleransi akan memperkuat persaudaraan umat Islam, menjaga kerukunan antarumat beragama, dan mendukung stabilitas nasional dalam bingkai NKRI,” ujar H. Aditya.

Menurut Aditya, dakwah yang sejuk adalah kunci utama untuk menjaga kohesi sosial. Di era informasi yang penuh dengan gesekan, cara penyampaian pesan agama harus mampu merangkul, bukan memukul. Ia menekankan bahwa ukhuwah atau persaudaraan harus dibangun di atas landasan saling menghargai agar tercipta ketahanan nasional yang kokoh.

Mubalig Sebagai Trendsetter Perubahan Sosial

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris DPW LDII Lampung, Ahmat Nurdin, membedah peran strategis pendakwah sebagai figur sentral di masyarakat. Baginya, seorang mubalig bukan hanya penyampai ayat, tetapi juga teladan atau trendsetter yang gerak-geriknya dipantau dan diikuti oleh umat. Oleh karena itu, integritas antara perkataan dan perbuatan menjadi syarat mutlak.

Nurdin juga mengaitkan peran dai dengan tanggung jawab ekologis. Mengingat krisis lingkungan yang kian nyata, para pendakwah didorong untuk menyisipkan pesan-pesan pelestarian alam dalam setiap tausiah mereka. Hal ini selaras dengan 8 Program Pengabdian LDII untuk Bangsa yang mencakup bidang keagamaan, kebangsaan, hingga lingkungan hidup.

Menjaga Harmoni dan Persatuan Bangsa

Dalam alur diskusi yang berkembang, para peserta diingatkan untuk senantiasa menghindari narasi yang bersifat provokatif atau berpotensi memecah belah bangsa. Sebaliknya, setiap pesan yang keluar dari lisan pendakwah harus mampu memberikan solusi dan ketenangan di tengah hiruk-pikuk problematika sosial.

  • Penguatan kapasitas dai melalui kajian literatur Islam yang komprehensif.
  • Aksi nyata pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah.
  • Peningkatan sinergi dengan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya.

Melalui konsolidasi rutin seperti ini, LDII Lampung optimistis dapat terus berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa yang berakhlak mulia. Kehadiran para mubalig yang memiliki pemahaman moderat diharapkan mampu menjadi filter terhadap paham-paham radikal yang dapat merusak tatanan kerukunan di Provinsi Lampung dan Indonesia pada umumnya.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama