LDII Klaten Perkuat Karakter Generasi Muda Melalui Turnamen Sepak Bola Forsgi di Polanharjo

LDII Klaten Perkuat Karakter Generasi Muda Melalui Turnamen Sepak Bola Forsgi di Polanharjo

Membangun Karakter Melalui Rumput Hijau: Sinergi LDII Klaten dan Forsgi

KLATEN — Sebagai langkah konkret dalam memperkokoh fondasi karakter generasi penerus, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Klaten secara aktif mendorong penguatan pembinaan melalui jalur olahraga. Langkah ini diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen sepak bola usia dini yang diinisiasi oleh Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (Forsgi). Kompetisi kelompok umur U-10 dan U-12 tersebut digelar dengan meriah di Lapangan Karanglo, Kecamatan Polanharjo, pada Minggu (19/3/2026).

Turnamen ini diikuti oleh tim-tim berbakat dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Klaten. Peta persaingan terbagi ke dalam dua grup utama yang sangat kompetitif. Grup A mempertemukan skuad dari Kalikotes, Wedi, Kemalang, dan Cawas. Sementara itu, Grup B dihuni oleh perwakilan dari Polanharjo, Jogonalan, Trucuk, serta satu tim tambahan dari tuan rumah Polanharjo. Meski persaingan memperebutkan bola berlangsung sengit, setiap laga tetap berpijak pada prinsip fair play yang dijunjung tinggi oleh seluruh pemain muda tersebut.

Ketua DPD LDII Klaten, Sigit Winoto, yang memantau langsung jalannya kompetisi, menekankan bahwa kegiatan olahraga semacam ini memiliki nilai strategis yang lebih dari sekadar mengejar skor akhir. Baginya, lapangan hijau adalah ruang kelas terbuka untuk menanamkan kedisiplinan dan nilai-nilai kerja sama tim kepada anak-anak sejak usia belia.

“Olahraga menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter anak sejak dini, termasuk membangun sikap tanggung jawab dan sportivitas,” ujar Sigit Winoto.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa pola pembinaan yang diterapkan Forsgi sejalan dengan misi besar LDII dalam mencetak generasi profesional religius. Fokusnya tidak hanya pada ketangkasan fisik, tetapi juga keseimbangan antara kesehatan mental dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Ia meyakini bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam keberhasilan pembinaan generasi muda.

“Kami mendorong kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin agar pembinaan generasi berjalan konsisten,” tambah Sigit Winoto.

Kehadiran Camat Polanharjo, Moh Prihadi, dalam seremoni pembukaan turut memberikan suntikan semangat bagi para peserta. Dalam arahannya, beliau memandang kompetisi ini sebagai laboratorium pembelajaran bagi anak-anak untuk mengasah mentalitas mereka dalam menghadapi tantangan di lapangan.

“Setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk belajar, baik dalam teknik bermain maupun sikap di lapangan,” kata Moh Prihadi saat mengingatkan para pemain tentang pentingnya sportivitas.

Dari sisi teknis penyelenggaraan, perwakilan FORSGI Klaten, Yudo, mengungkapkan bahwa turnamen di Polanharjo ini merupakan seri ketiga yang sukses dilaksanakan. Sebelumnya, antusiasme serupa telah terlihat dalam gelaran di wilayah Bayat dan Jatinom. Forsgi berkomitmen menciptakan ekosistem sepak bola yang terintegrasi, di mana perkembangan teknis pemain harus berbanding lurus dengan kematangan sikap mereka.

“Kami tidak hanya menilai kemampuan bermain, tetapi juga membangun disiplin, kerja sama tim, dan karakter pemain,” ucap Yudo dengan tegas.

Kolaborasi erat antara Forsgi dan LDII menjadi faktor pembeda dalam pola pembinaan ini. Yudo menilai dukungan LDII sangat krusial, terutama dalam memberikan landasan karakter yang kuat bagi para atlet muda. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pemain sepak bola yang tidak hanya mahir mengolah si kulit bundar, namun juga memiliki integritas moral yang baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Pembinaan yang terarah akan menghasilkan generasi pemain yang siap berkembang ke level berikutnya,” pungkas Yudo.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.