Latihan Serentak Persinas ASAD Jambi: Perkuat Karakter dan Ketangguhan Fisik Lintas Generasi

Latihan Serentak Persinas ASAD Jambi

Sinergi Pembinaan Mental dan Fisik Melalui Pencak Silat di Provinsi Jambi

Provinsi Jambi menjadi saksi semangat kolektif ribuan pendekar saat Persinas ASAD Jambi menggelar latihan serentak tingkat provinsi pada Senin (13/4). Agenda besar ini tidak sekadar menjadi ajang asah jurus, namun merupakan langkah strategis dalam pembinaan fisik dan mental anggota yang melibatkan partisipasi aktif lintas generasi, mulai dari anak-anak usia dini hingga kelompok dewasa.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini dipusatkan secara terpadu melalui studio utama di Gedung Tri Sukses, Jambi. Memanfaatkan teknologi koordinasi yang solid, latihan ini menjangkau berbagai daerah di seluruh provinsi, memastikan setiap anggota mendapatkan instruksi yang seragam meski berada di lokasi yang berbeda. Bagi Persinas ASAD Jambi, agenda ini telah menjadi rutinitas bulanan yang vital untuk merawat kebersamaan sekaligus mengasah kemahiran bela diri secara konsisten.

Di tengah riuh rendah suasana latihan, kehadiran tokoh senior Persinas ASAD Jambi, H. Nurhamid Hadi, memberikan bobot moral tersendiri. Ia tidak hanya memantau teknis gerakan, tetapi juga menyuntikkan motivasi mendalam mengenai filosofi di balik ketangguhan seorang pesilat. Menurutnya, kesehatan fisik harus berjalan beriringan dengan kekuatan mental yang berakar pada kesabaran.

“Dengan meningkatkan kesabaran, kita akan mendapatkan banyak manfaat. Tidak mudah putus asa dan selalu semangat, baik dalam urusan dunia maupun ibadah,” ujar H. Nurhamid Hadi saat memberikan wejangan kepada para peserta.

Lebih lanjut, beliau mendorong agar seluruh anggota tidak memandang pencak silat hanya sebatas aktivitas olahraga semata. Ada dimensi yang lebih luas, yakni transformasi karakter yang mencakup kedisiplinan serta penguatan spiritualitas. Hal ini sejalan dengan visi organisasi untuk mencetak individu yang tidak hanya tangguh secara fisik tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Persinas ASAD Jambi, H. Wahyudi, menegaskan inklusivitas menjadi kunci utama dalam pelaksanaan latihan serentak ini. Baginya, pencak silat adalah milik semua kalangan tanpa ada batasan usia yang menghalangi semangat untuk terus belajar dan berlatih.

“Latihan serentak ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kemampuan para anggota. Baik anak-anak, bapak-bapak, maupun ibu-ibu semua ikut ambil bagian,” jelas H. Wahyudi dengan penuh optimisme.

Melalui konsistensi kegiatan seperti ini, Persinas ASAD Jambi memantapkan langkahnya sebagai institusi yang produktif dalam mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan memiliki karakter luhur. Kebersamaan yang terjalin erat di lapangan diharapkan mampu bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang positif di tengah masyarakat Jambi.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama