Estafet Kepemimpinan LDII Gresik: Khusnul Hamidi Terpilih Secara Aklamasi
Gresik, Jawa Timur — Langkah strategis organisasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kabupaten Gresik memasuki babak baru setelah H. Khusnul Hamidi secara resmi terpilih sebagai Ketua DPD LDII Gresik masa bakti 2026–2031. Keputusan krusial ini diambil melalui mekanisme aklamasi dalam perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) X yang berlangsung khidmat di Gedung DPD LDII Kabupaten Gresik pada Selasa (14/4/2026), menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh H. Abdul Muis Zuhri.
Proses pemilihan ini mencerminkan kesolidan internal yang kuat, di mana sebanyak 14 Pimpinan Cabang (PC) LDII dari seluruh penjuru Kabupaten Gresik menyatukan suara dan memberikan dukungan penuh kepada satu nama tunggal. Dinamika yang harmonis ini menunjukkan bahwa proses kaderisasi di tubuh LDII Gresik berjalan dengan matang, mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat demi keberlanjutan roda organisasi di masa mendatang.
Warisan Kepemimpinan dan Tantangan Baru di Tingkat Wilayah
H. Abdul Muis Zuhri, yang kini telah mengemban tanggung jawab baru di jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Timur, menyampaikan laporan pertanggungjawaban masa bakti 2021–2026 dengan menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia. Menurut Muis, tuntutan organisasi yang semakin luas memerlukan fokus yang lebih spesifik, sehingga transisi kepemimpinan menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.
“Saya mendapat amanah di tingkat wilayah yang membutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran. Karena itu, saya harus menyerahkan estafet kepemimpinan kepada kader yang diharapkan mampu melanjutkan perjuangan LDII di Kabupaten Gresik,” ujar H. Abdul Muis Zuhri.
Muis juga menggarisbawahi bahwa setiap pencapaian yang diraih LDII Gresik selama ini merupakan hasil kerja keras kolektif. Dukungan dari para ulama serta peran aktif pengurus di tingkat Pimpinan Cabang (PC) hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) menjadi fondasi utama dalam mengimplementasikan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Delapan Klaster Pengabdian sebagai Kompas Organisasi
Dalam pemaparannya, Muis merinci bahwa LDII tetap konsisten menjalankan delapan klaster pengabdian sebagai arah perjuangan organisasi. Delapan bidang tersebut meliputi wawasan kebangsaan, dakwah keagamaan, pendidikan karakter, ekonomi syariah, kesehatan, teknologi digital, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, serta pengembangan energi baru terbarukan.
“Delapan klaster ini menjadi arah pengabdian LDII dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” tegas H. Abdul Muis Zuhri.
Program-program ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, memastikan bahwa LDII tidak hanya hadir sebagai lembaga dakwah, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam membangun stabilitas dan kesejahteraan sosial di tingkat daerah.
Sinergi dan Optimisme Ketua Terpilih
Menanggapi amanah besar yang diletakkan di pundaknya, H. Khusnul Hamidi mengungkapkan rasa syukur sekaligus kesadaran akan tanggung jawab berat yang menanti. Ia menyadari bahwa memimpin organisasi besar seperti LDII di Gresik memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen pengurus tanpa terkecuali.
“Amanah ini tidak ringan, tetapi dengan doa, dukungan, dan kerja sama dari dewan penasihat, pengurus harian, serta pleno, insyaallah tugas yang berat bisa menjadi ringan dan diselesaikan dengan baik,” tutur H. Khusnul Hamidi saat memberikan sambutan perdana pasca terpilih.
Khusnul optimis bahwa dengan menjaga soliditas dan semangat gotong royong, LDII Gresik akan mampu mempertahankan prestasi yang telah dicapai sebelumnya, sembari berinovasi mengembangkan program-program baru yang relevan dengan kebutuhan umat di Gresik.
Apresiasi dari DPW LDII Jawa Timur
Ketua DPW LDII Jawa Timur, H. Moch. Amrodji Konawi, turut memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Musda X yang berjalan lancar. Amrodji menilai regenerasi kepemimpinan yang berkesinambungan merupakan kunci stabilitas organisasi. Baginya, pemilihan Khusnul Hamidi adalah langkah tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan LDII di wilayah penyangga utama Jawa Timur tersebut.
Menurut Amrodji, kaderisasi yang sehat akan menghasilkan kepemimpinan yang visioner, yang mampu membawa LDII berkontribusi lebih luas lagi dalam menjaga kerukunan serta mendukung program-program pembangunan nasional di daerah.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.